Silangen Sebut Betapa Susahnya Hidup Tanpa Air

Manado, SULUTREVIEW

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Edwin Silangen SE MS menyebutkan air merupakan elemen yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup.

“Kandungan air dalam tubuh manusia sekitar dua per tiga atau 60 hingga 70 persen. Jadi kita bisa membayangkan betapa susahnya jika tidak ada air di dunia ini,” ungkap Silangen saat membuka workshop dalam rangkaian peringatan Hari Air Dunia ke-27 yang diprakarsai Balai Wilayah Sungai Sulawesi I di Hotel Quality, Rabu (20/3/2019).

Silangen berharap kegiatan workshop dapat membawa manfaat bagi pemerintah, terutama pembuat kebijakan dan masyarakat di Sulut, yang kemudian memanfaatkan ketersediaan air di daerah ini.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Edwin Silangen SE MS.

“Dari aspek pengelolaan Sungai kemudian lingkungan hidup serta pemanfaatan sumber daya air di provinsi Sulawesi Utara, agar dikelola secara bijak. Karena air merupakan elemen yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup,” sebutnya sembari menambahkan di berbagai belahan bumi masih begitu banyak yang mengalami kekurangan ketersediaan air.

“Kita lihat di beberapa provinsi di Indonesia, masyarakat mengalami kesulitan air. Bagi kita di Sulawesi Utara patut bersyukur karena air melimpah. Meski demikian air harus dikelola dengan baik. Karena air juga dapar menjadi sumber bencana alam, seperti banjir yang dapat menenggelamkan,” tukasnya.

Silangen, mengajak peserta untuk peduli lingkungan, antara lain dengan menanam di sejumlah daerah aliran sungai (DAS). “Jangan jadikan sungai sebagai tempat sampah, karena perilaku ini dapat menyebabkan pendangkalan sungai,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, Mochamad Silachoeddin ME melalui Kepala Sub Tata Usaha, Jacqueline L Tahar, mengatakan peringatan Hari Air Dunia ke-27, direspon oleh PBB melalui resolusi nomor 147 tahun 1993 dengan menetapkan 22 Maret 1993 sebagai perayaan pertama kali Hari Air Dunia.

Kepala Sub Tata Usaha, Jacqueline L Tahar.

“Melalui tema ‘Semua Harus Mendapatkan Akses Air, menjadi momentum bagi seluruh masyarakat dunia untuk bekerja sama menjaga alam sebagai penyedia sumber air bagi kehidupan manusia,” ujarnya.

Selain workshop, peringatan Hari Air Dunia juga dirangkaikan dengan kegiatan bersih-bersih sungai di Sungai Malalayang dan Sungai Sario

“Puncak peringatan akan dilaksanakan bersih-bersih, penanaman bibit pohon, penebaran benih ikan pada Rabu, 27 Maret 2019 mendatang di Kabupaten Minahasa Utara,” tukasnya.(eda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *