Melonguane, SULUTREVIEW
Banyak program pemerintahan, kemasyarakatan, pembangunan dan pelayanan publik telah dilakukan Pemkab dan DPRD Talaud bagi warga penghuni bumi Porodisa. Salah satunya, merealisasikan jalur penerbangan pesawat dengan sistim layanan full day flight.
Sayangnya, pelayanan jalur penerbangan yang berlangsung setiap hari ini diduga dipangkas perusahaan penerbangan yang melayani jalur Melonguane-Manado dan pihak terkait lainnya.
Menurut Yunus Lombogia, warga Lirung, aksi pemangkasan hak warga ini dilakukan dengan mengurangi jadwal pelayanan pesawat dari Manado-Melonguane. Padahal warga pengguna jasa penerbangan di bumi Porodisa ini sangat tinggi. Buktinya, setiap penerbangan pesawat Wings Air selalu terisi full. Bahkan, saking tingginya pengguna jasa penerbangan ini membuat warga sulit mendapatkan tiket dan menunda keberangkatan mereka. “Sebelumnya, kuota penerbangan pesawat berlangsung setiap hari, tapi saat ini dikurangi tinggal 4 kali dalam seminggu,” ujarnya Minggu (24/2/2019).
Hal senada disampaikan Juliana Widu, warga Talaud. Menurutnya, pemangkasan jadwal penerbangan 4 kali yakni hari senin, rabu, jumat dan minggu dengan harga tiket Melonguane-Lirung Rp1.163.300 dan Melonguane-Miangas Rp598.000 ini wajib disikapi serius pemerintah pusat, Pemprov Sulut dan Pemkab Talaud serta wakil rakyat di DPRD Talaud. Sebab hal ini sangat mengganggu aktivitas warga yang membutuhkan layanan cepat dan tepat. “Ini membuat kami kesal. Kami minta masalah ini disikapi serius Pemkab Talaud dan Pemprov Sulut. Apalagi tak ada penjelasan secara jelas masalah dari pihak terkait soal pengurangan jadwal penerbangan ini,” ujar Yunus.
Menyikapi hal ini Bupati Talaud Sri Wahyumi Manalip SE (SWM) langsung angkat suara. Ia mengatakan pengurangan kuota penerbangan dari setiap hari menjadi 4 kali seminggu ini sangat mengganggu aktivitas warga dan pelayanan publik yang dilakukan pemerintah daerah. Sebab upaya dan terobosan yang dilakukan pemkab untuk mempercepat pembangunan di Talaud membutuhkan dukungan jasa transportasi yang rutin. “Pengurangan jumlah flight ini jelas mengganggu aktivitas warga dan dukungan terhadap mobilitas kegiatan serta agenda di daerah,” tandas SWM.
Terkait hal ini, SWM pun akan mengambil sikap tegas. Hal itu akan dilakukannya dengan melaporkan masalah ini ke Menteri Perhubungan di Jakarta. “Bersama pimpinan daerah dan SKPD terkait, saya akan melaporkan hal ini ke Menhub Budi Karya Sumadi. Mudah-mudahan menhub akan menindaklanjuti laporan dan keluhan warga ini dengan mengoptimalkan kembali jalur penerbangan pesawat ke Melonguaane ini setiap hari,” kata SWM.
Lanjut SWM, tak hanya memperjuangkan hal ini ke menhub, tapi untuk mengatasi hal ini pihaknya juga akan membuka akses jalur penerbangan baru dengan perusahan pesawat lainnya. “Jika ada perusahaan penerbangan yang ingin membuka jalur penerbangan Manado-Melonguane, silahkan beroperasi dan Pemkab Talaud akan mendukungnya. Sebab pengguna jasa trasportasi udara sangat tinggi,” kata SWM.
Ketua DPRD Talaud Max Lua menyambut baik langkah yang dilakukan Pemkab Talaud. “Kami siap mendukung langkah pemkab ini. Secara bersama kita akan perjuangkan aspirasi warga ini ke pemerintah pusat,” ujar Ketua DPD II Golkar Talaud itu.(komentar)













