web analytics

Bawaslu Kaji ‘Serang’ Personal dalam Debat Capres

Bawaslu Kaji ‘Serang’ Personal dalam Debat Capres

Jakarta, SULUTREVIEW

Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan sedang mengaji terkait serangan personal dalan debat Capres.

“Apakah akses itu, informasi yang bisa  diakses oleh publik, ini perlu kita juga bicarakan ke depan dan juga diskusikan di Bawaslu, untuk  menentukannya pelanggaran-pelanggaran pidana atau tidak dalam  24 jam seharusnya tapi kok dilihat tidak menjurus ke sana,” katanya di Media Center DPR Jakarta, Kamis (21/2/2019) dalam dialektika demokrasi “Batasan Norma dalam Debat Capres” bersama Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja ,Wakil Ketua DPR RI dan Pengarah BPN Prabowo, Fadli Zon, dan anggota DPR RI Fraksi PDIP/Influencer TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Maruarar Sirait.

Menurutnya dalam tata tertib yang dibuat oleh KPU tidak dijelaskan personal itu apa. “kami juga menyanyakan kepada KPU personalnya seperti apa, memang diatur tidak boleh menyinggung masalah personal antara pasangan 01 dan 02 ,  yang itu kita bicarakan dengan teman-teman KPU nanti berdasarkan kajian perkara ini,” ungkapnya seraya menambahkan apakah memang itu termasuk dalam personal  atau bukan.

Karna  kalau kita melihat aturan debat juga tidak boleh menyerang pribadi, artinya masalah pribadinya itu apa? “ini yang perlu di klarifikasikan juga apa yangdimaksudkan dengan pribadi,” tukasnya. Dia melanjutnya, kalau aset itu telah dibuika apakah itu termasuk pribadi, ini yang kami juga harus teliti, ungkapnya.

“Jadi untuk persoalan itu kita harus menunggu untuk kami meneliti masalah tersebut dan sekaligus juga untuk menayakan kepada KPU apa yang dimaksud dengan penyerang pribadi itu seperti apa,” katanya.

Aturan nya memamng keterbukaan infomasi publik sepanjang datanya sudah dibuka, misalnya kalau di Bursa efek, siapa yang punya dan berapa asetnya, apa terbuka atau tidak , kita bisa lihat juga.(rizal)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply