web analytics

Tersiram Air Panas di Pesawat, Penumpang Ini Menggugat Rp200 Juta

Tersiram Air Panas di Pesawat, Penumpang Ini Menggugat Rp200 Juta

GUGATAN B. R. A. Koosmariam Djatikusumo
terhadap maskapai Garuda Indonesia, Selasa (22/1), pada akhirnya dikabulkan
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Koosmariam diketahui menggugat, karena dadanya tersiram air panas, oleh pramugari Garuda Indonesia dalam penerbangan Desember 2017 silam.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Marulak Purba, beranggotakan majelis Agustitus Setya Wahyu Triwiranto dan Titik Tejaningsih, menyatakan bahwa Garuda Indonesia telah melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan maskapai tersebut juga diwajibkan membayar ganti rugi imateriil kepada Koosmariam sebesar Rp200 juta.

Dikabulkannya, gugatan tersebut, didadasarkan pada pertimbangan majelis hakim yang menyatakan bahwa tindakan pramugari yang telah menumpahkan air panas dan mengenai tubuh penggugat dinilai sebagai bentuk perbuatan melawan hukum.

“Ganti rugi imateriil yang dikabulkan majelis hakim sangat beralasan,” terang Kuasa hukum penggugat, David Tobing, Selasa (22/1/2019).

“Mengingat peristiwa tersebut meninggalkan bekas luka, tepatnya di bagian dada yang tidak bisa hilang (cacat tetap).” katanya.

Seharusnya, sambung David, pihak maskapai secara aktif meringankan beban penderitaan penggugat, yakni memberi pengobatan yang maksimal. Namun sejauh ini, Garuda Indonesia baru membayar biaya pengobatan sebesar Rp18 juta.

“Klien kami reimburse untuk pengobatan, namun sebulan setelahnya, komunikasi klien kami dengan pihak Garuda Indonesia tak berlanjut,” ungkap David.

“Seharusnya Garuda memaksimalkan biaya perawatan atas klien kami,” tukasnya.

Dijetahui, Koosmariam dan David membuka peluang banding. Pertimbangan, majelis hakim hanya mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan, yaitu ganti rugi imateriil.

“Kendati gugatan kami dikabulkan, kami tetap mengajukan banding karena majelis hakim hanya mengabulkan sebagian dari gugatan yang kami ajukan yaitu ganti rugi imateriil,” jelas David. “Sementara tuntutan kami mengenai ganti rugi materiil tidak dikabulkan.”

Pihak Garuda Indonesia, sampai sejauh ini belum memberikan responnya. Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, mengaku pihaknya tengah mengecek putusan pengadilan tersebut.

“Kami akan kabarkan,” kata Ikhsan seperti dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (23/1/2019). “Putusan pengadilannya akan kami cek dan konsultasikan dengan pengacara kami,” tandasnya.

Koosmariam mengajukan gugatan pada 29 Desember 2017. Insiden tersiram air panas terjadi saat ia menaiki pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-264 rute Jakarta-Banyuwangi. Di mana seorang pramugari menumpahkan 2 gelas air panas yang mengguyur tubuh Koosmariam yang mengakibatkan penggugat mengalami cacat tetap.(cni)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply