web analytics

Bawiling Sentil Bahaya Penggunaan Potas

Bawiling Sentil Bahaya Penggunaan Potas

Melonguane, SULUTREVIEW

Potasium masih kerap digunakan oleh oknum penangkap ikan di sebagian wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud.

Salah satu tokoh muda asal Desa Rainis Yan Bawiling mengungkapkan bahwa kerap mendapat informasi terkait penggunaan potasium oleh oknum tertentu untuk menangkap ikan.

Bawiling mengungkapkan menurut informasi yang didapat, para pengguna potas kerap memberikan luka dibagian tubuh ikan agar terlihat seperti ikan hasil tangkapan menggunakan alat tradisional.

“Sebenarnya ikan itu kan tidak ada luka, disaat mereka mau jual, ikan itu sengaja dibikin luka untuk menyamarkan kalau ikan itu ikan hasil potas, namun bekas luka itu rata-rata mirip,” tutur Bawiling belum lama ini.

“Kalau nangkapnya pakai jaring biasa ya masih wajar, tapi kalau hasil tangkapannya sudah ribuan ya patut dicurigai ikan itu hasilnya dari mana,” Tambahnya.

Tokoh muda asal Desa Rainis ini mengungkapkan ciri-ciri ikan hasil potas adalah insang pucat dan mata ikan merah semua.

Tambahnya tidak semua penangkap ikan selalu menggunakan potas untuk melakukan penangkapan, menurutnya ada banyak juga penangkap ikan atau nelayan yang menggunakan alat tradisional seperti jaring untuk menangkap ikan.

Bawiling mengatakan mengkonsumsi ikan yang mengandung potas dapat berdampak negatif bagi kesehatan walaupun dampaknya belum bisa dirasakan saat itu juga.

Selain itu Bawiling juga menyoroti penggunaan alat bantu napas kompresor oleh para penyelam pencari ikan.

“Penggunaan kompresor berbahaya, dampaknya bisa perlamen atau meniggal, karena itu yang dihirup adalah karbon jadi bisa berakibat fatal, beda dengan tabung selam standar yang keamanannya sudah bisa dijamin,” Jelas tokoh muda Desa Rainis yang juga Caleg DPRD Kabupaten Kabupaten.

Yan menuturkan seharusnya pemerintah membuat zona perlindungan laut agar ekosistem laut dan bibit ikan dapat terus dijaga.

“Seperti di pulau sara itu kan sudah masuk lokasi wisata jadi seharusnya wilayah sara itu sudah steril tidak boleh lagi diambil ikannya,” tutur Bawiling.

“Di desa mala juga kan ada poin penyelaman kapal karam, jadi seharusnya tidak boleh lagi ada orang yang mencari ikan di lokasi itu,” ujarnya.

Tokoh muda asal Desa Rainis Yan Bawiling.

Tambahnya jika sudah ada aturan-aturan terkait zona perlindungan laut maka diharapkan penggunaan potasium dapat ditekan dan perkembangan ekosistem bawah laut dapat berjalan dengan baik.

Bawiling menghimbau kepada para penangkap ikan agar tidak lagi menggunakan potas dalam melakukan penangkapan ikan.

“Jangan menggunakan potas dalam melakukan pencarian ikan karena itu sangat merugikan potensi laut, bibit ikan itu akan mati semua,” terangnya.

Selain itu Bawiling juga berharap adanya sosialisasi dari pemerintah dan pihak-pihak terkait kepada nelayan dan masyarakat tentang bahaya penggunaan potas dan kompresor.

Terkait penggunaan potas, Kepala Satuan Polisi Air Talaud Ipda Jacob Lambuban saat dihubungi belum lama ini mengatakan sampai saat ini Pol Air belum menemukan adanya kasus penggunaan potas oleh oknum tertentu.

“Belum ada kasus yang ditangani, Kami pernah mendapat informasi terkait penggunaan potas, kita turun namun tidak ada barang bukti,” Jelas Kasat

Terkait pemetaan daerah rawan penggunaan potas, Lambuban mengatakan pihaknya belum melalukan pemetaan

“Ini cuma dasar laporan masyarakat, kita kan belum ada temuan, jadi terkait pemetaan daerah rawan penggunaan potas belum bisa dilakukan,” tuturnya.

Kasat menambahkan pihak Pol Air akan terus melakukan pengawasan dan penindakan jika nanti ditemukan ada oknum yang menggunakan potas dalam melakukan penangkapan ikan.(Fanly)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply