Manado, SULUTREVIEW
Menjelang hari besar keagamaan di Sulawesi Utara (Sulut), Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok dalam keadaan aman dan terkendali.
Untuk itu, Kemendag bersinergi bersama Pemerintah Daerah dan instansi terkait, secara intens memastikan harga dan pasokan terjaga dengan baik.
Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar Sutriono Edi saat memimpin Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) mengatakan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok menjelang Natal
2018 dan Tahun Baru 2019 di Manado-Sulut, pada Jumat (14/12), terbilang aman dan terkendali.
Rakorda ini turut melibatkan pimpinan instansi yang kompeten pada bidangnya seperti, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Kepala perwakilan Bank Indonesia Sulut, Kepala Bulog Divre Sulut dan Gorontalo, perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, perwakilan Dinas Perhubungan Sulut, perwakilan BPS Sulut, perwakilan Dinas Pangan Sulut, Satgas Pangan Sulut, dan instansi terkait lainnya.
Selain itu, Rakorda ini dihadiri pula perwakilan dinas yang membidangi perdagangan di kota/kabupaten provinsi Sulut, serta pelaku usaha distrbutor bapok dan ritel modern.

“Pemerintah siap menyambut datangnya Natal dan Tahun Baru, serta menjamin ketersediaan pasokan bahan pokok
di seluruh wilayah di Indonesia. Untuk itu, tidak perlu ada kekhawatiran dari masyarakat,” ungkap Sutriono.
Sutriono mengungkapkan, terdapat empat langkah strategis yang telah disiapkan Kemendag dalam menyambut HBKN tahun ini. Pertama, melalui penerapan Permendag terkait, yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok (Permendag 20/2017), Harga Eceran Tertinggi (HET) beras (Permendag 57/2017), dan harga acuan di konsumen (Permendag 96/2018).
“Kami akan terus memperkuat regulasi perdagangan dan memastikan seluruh Permendag dapat diimplementasikan oleh para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Kedua, melalui penatalaksanaan. Salah satunya dengan melaksanakan rapat koordinasi (rakor) dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha.
Selain itu melalui fasilitasi pelaku usaha dan penugasan Bulog. Ketiga, melalui pemantauan dan pengawasan yang akan dilakukan Eselon I Kemendag bersama dengan Satgas Pangan di seluruh daerah pantauan utama. Langkah ini untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga, termasuk menjamin pendistribusian bapok.
Terakhir, melalui upaya penetrasi pasar yang bekerja sama dengan pemerintah daerah, Bulog Divre setempat, dan pelaku usaha distribusi barang di daerah pantauan. Hal ini untuk memastikan pasokan ke pasar tersedia dalam jumlah cukup hingga menjelang Natal dan Tahun Baru.
Pada Kesempatan ini, Sutriono juga mengimbau pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan menimbun barang dalam rangka spekulasi.

“Untuk itu, Pemerintah pusat dan daerah akan meningkatkan pengawasan secara terpadu dan bila diperlukan bekerja sama dengan aparat keamanan,” tandasnya.
Diketahui, Rakor ini merupakan bagian dari rangkaian rakor dalam menghadapi HBKN yang telah dibuka oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Batam, Kepulauan Riau, pada Minggu (11/11) lalu.
Selain Manado, Kemendag juga telah melakukan Rakorda di Pontianak, Bandung, Palangkaraya, Kupang, Yogyakarta, Medan, Denpasar, Surakarta, Sorong, Serang, Jayapura, dan Jakarta.
Pada rakorda tersebut, pemerintah daerah diminta agar memantau dan melaporkan perkembangan harga harian di pasar pantauan guna menghadapi potensi kenaikan permintaan bapok. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat melaporkan perkembangan kelancaran distribusi dan jumlah pasokan bapok.
Peninjauan harga dan stok di lapangan sehari sebelumnya, Sutriono didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, Kepala Bulog Divre Sulut dan Gorontalo, serta perwakilan BI Sulut juga melakukan peninjauan ke Pasar Pinasungkulan dan Pasar Bersehati di Kota Manado. Dari hasil pemantauan di pasar tersebut, diketahui secara umum harga dan pasokannya
stabil.
Berdasarkan hasil pemantauan pada pasar tersebut per 13 Desember 2018, harga beras medium Bulog Rp 9.450/kg, beras premium Rp 11 ribu-12.500/kg, gula pasir Rp 12.000/kg, minyak goreng curah Rp 12.000/liter, cabe merah keriting Rp 31.000/kg, cabe rawit merah asal Gorontalo (super) Rp 49.500/kg, bawang merah Rp 31.000/kg, bawang putih Rp 26.000/kg, ayam segar Rp 38.000/kg, ayam beku Rp 34.000/kg, daging sapi Rp 110.000/kg, dan telur ayam Rp 28.800/kg.
Selain melakukan pemantauan di pasar tradisional, rombongan juga memantau harga bapok di ritel modern Hypermart dan Transmart.
Di ritel modern tersebut terpantau harga relatif stabil dan pasokannya terjamin dalam menghadapi Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Bahkan, untuk gula dan minyak goreng kemasan sederhana dijual di bawah HET yang telah ditentukan pemerintah. Di ritel modern tersebut juga tersedia daging sapi beku yang dijual Rp 80 ribu/kg dan daging ayam beku Rp 32.900/kg. Pemantauan diakhiri dengan kunjungan ke gudang Bulog divisi regional Sulawesi Utara dan Gorontalo di Bitung Sulawesi Utara. Pada gudang tersebut stok untuk beras sebanyak 17.000 ton dan gula sebanyak 1.779 ton. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat minimal enam bulan ke depan. Di samping itu untuk mendukung penyediaan bapok yang terjangkau masyarakat, Pemerintah Sulut bekerja sama dengan pihak-pihak terkait termasuk Bulog melaksanakan pasar murah sebanyak 35 titik di 15 kota/kabutpaten Provinsi Sulut.
“Hasil pantauan menunjukkan harga-harga bapok di Sulawesi Utara terkendali dan pasokannya cukup untuk menghadapi Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan khidmat dan tenang.
Selain itu dengan ketersediaan daging sapi dan daging ayam, baik segar maupun beku dapat
memberikan pilihan bagi masayarakat untuk memenuhi kebutuhannya sesuai kemampuan dan selera konsumen,” pungkas Sutriono.(eda)













