Manado, SULUTREVIEW
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Utara Gorontalo dan Maluku Utara (SulutGoMalut), Slamet Wibowo diminta untuk meningkatkan pertumbuhan kredit yang diketahui masih di bawah nasional.
Menurut Dewan Komisioner OJK-RI, Wimboh Santoso, penyaluran kredit perbankan di Sulut hingga triwulan III tercatat tumbuh sebesr 7,8%. Padahal di level nasional tumbuh sebesar 12,69%.
“Kepala OJK yang baru (Slamet Wibowo-red) agar dapat meningkatkannya. Ini masih ada beberapa bulan ini untuk dapat meningkatkan potensinya yang besarannya harus melewati 7% lebih. Kiranya tugas ini dapat diperhatikan Pak Slamet,” ujar Wimboh.
Meski demikian, Wimboh memberikan apresiasi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut yang capaiannya sebesar 5,56% atau lebih tinggi dari nasional yang tercatat sebesar 5,1%.
“Selain pariwisata dan cluster, perkebunan juga menjadi andalan di Sulut. Kami berharap Manado akan lebih meningkatkan volume ekspor komoditi. Sekaligus memperkuat keberadaan UMKM dan Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) sehingga kredit yang kita berikan, baik komersil dan UMKM serta kepada rakyat kecil yang secara normal tidak bisa diberikan pinjaman dapat diakses oleh jasa keuangan,” tukasnya.
Selain itu, Wimboh juga mendorong realisasi wakaf mikro tanpa jaminan dengan nominal yang jumlahnya tidak terlalu besar, maksimum Rp3 juta.
“Toko-toko kelontong yang selama ini melalui rentenir, silahkan memanfaatkannya. Karena ini sudah menjadi program unggulan pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, Slamet menyebutkan akan melakukan kajianlebih dalam terkait pelambatan penyaluran kredit.
“Kita akan dalami seperti apa. Kenapa kredit kita lebih rendah dari nasional. Apakah pelambatannya dipengaruhi aspek lainnya, kita belum tahu. Tetapi kalau pertumbuhan ekonominya baik, maka akan diketahui penyebabnya,” tandasnya.(eda)













