Noreng Film Mortal Engines Meriahkan HUT BPJS-TK ke 41

Noreng Film Mortal Engines Meriahkan HUT BPJS-TK ke 41

Manado, SULUTREVIEW

Ada yang menarik dari peringatan HUT BPJS Ketenagakerjaan ke-41, yang dimeriahkan dengan nonton bareng (noreng) film Mortal Engines di class velvet CGV Grand Kawanua City Rabu (5/12).

Film Mortal Engines menceritakan tentang kota predator yang berupaya menggilas dan menaklukan kota-kota yang dibangun di atas sebuah mesin yang menggunakan roda dan tenaga uap, sehingga dapat berpindah-pindah dengan cepat seperti halnya mobil.

Kota predator ini diperlengkapi dengan teknologi mutakhir, yang secara leluasa menguasai dan merampas kota dan negara lainnya tanpa ampun. Sehingga siapa yang berkuasa akan semakin kuat dan yang kecil semakin lemah.

Mereka menaklukkan kota-kota kecil,  langsung melahapnya bak predator yang menangkap mangsanya.

Mortal Engines yang dibintangi tokoh  seorang wanita muda bernama Hester Shaw (Hera Hilmar) didampingi aktor Tom Natsworthy (Robert Sheehan) dan.aksi menakjubkan dari Anna Fang (Jihae) seakan menginspirasi jajaran BPJS-TK untuk survive dan terus berupaya menggandeng seluruh sektor pekerja formal dan informal untuk mendapatkan perlindungan sosial.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Manado, Tri Candra Kartika, dalam sambutan melalui tema ‘Membangun Sinergi Mengedukasi Setiap Lini untuk Perlindungan Pekerja’, menjadikan BPJS-TK semakin mantap meraih sukses di 2019 yang mencakup empat perlindungan bagi pekerja Indonesia, yakni jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua,  kematian dan pensiun.

“Tidak mudah merealisasikan perlindungan ini, tetapi dengan bantuan banyak pihak seperti dukungan Pemprov Sulut, khususnya Bapak Gubernur dan 15 kabupaten/kota dalam sinergitas, bersama Dinas Tenaga Kerja maka semua itu dapat diwujudkan,” katanya dalam sesi press gathering.

“Sampai hari ini tercatat yang bekerja aktif  ada 196 ribu peserta. Ini juga dukungan dari pers, sehingga akuisisi kita tahun ini sampai dengan November mencapai 198 ribu. Kami berharap dapat tembus 200 ribu sampai Desember  2018. Baik sektor pekerja formal bukan penerima upah atau informal pekerja sektor jasa konstruksi,” ujarnya sembari berharap seluruh pekerja yang ada di Provinsi Sulut sudah terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Minimal ada dua program, yakni kecelakaan kerja dan kematian. Ini yang menjadi harapan kami seluruh masyarakat terlindungi. Sebab hal ini merupakan bagian dari nawacita Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar seluruh lapisan masyarakat mendapatkan perlindungan jaminan sosial,” sebutnya.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply