Pertumbuhan Ekonomi Sulut Kwartal III Melambat

Pertumbuhan Ekonomi Sulut Kwartal III Melambat

Manado, SULUTREVIEW.COM

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada triwulan III 2018 tumbuh 5,66 persen year on year (yoy). Capaian ini menunjukkan perlambatan atau turun sebesar 0,17 persen dari kuartal II 2018 sebelumnya sebesar 5,83 persen atau atau tumbuh sebesar 5,19 persen (q-to-q).

Sementara pertumbuhan ekonomi pada eriode yang sama di tahun 2017 lalu sempat menyentuh level 6,49%.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara Ateng Hartono, perekonomian Sulut yang didasarkan pada besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan Ill 2018 mencapai Rp30,53 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp21,48 triliun.

“Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi Sulut didorong oleh hampir semua lapangan usaha. Di mana  pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha jasa lainnya, yakni sebesar 11,96 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) sebesar 9,01 persen,” katanya Senin (5/11/2018).

Dari sisi produksi, jelas Ateng, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha konstruksi, yaitu sebesar 11,94 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen
pengeluaran pembentukan modal tetap bruto yang tumbuh sebesar 13,52 persen.

“Ekonomi Sulut secara kumulatif hingga triwulan III 2018 (c-to-c) tumbuh 6,01 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh seluruh lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha jasa lainnya yang tumbuh 13,37 persen,” tukasnya.

Meski mengalami pelambatan, namun pertumbuhan ekonomi Sulut, tercatat masih berada di atas nasional yang pertumbuhannya mencapai 5,17%.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi ini disebabkan oleh menurunnya kinerja sektor pertanian, yakni produksi jagung serta anjloknya harga kopra dengan kontribusi tertinggi terhadap PDRB Sulut yaitu sebesar 21persen.

Menariknya, untuk kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulut, mengalami peningkatan sehingga mendorong pertumbuhan sektor jasa lainnya. Hal itu tak lepas dari upaya pemerintah untuk menggelar berbagai event pariwisata, seperti Tomohon International Flower Festival, Manado Fiesta maupun kegiatan festival lainnya yang dihelat kabupaten/kota.

Selain itu, sejumlah sektor lainnya yang juga mengalami pertumbuhan adalah jasa kesehatan, menyusul peningkatan realisasi anggaran fungsi kesehatan berikut pendidikan yang didanai APBN.

“Untuk sektor konstruksi tumbuh tinggi karena adanya percepatan penyelesaian sejumlah proyek nasional seperti jalan tol Manado—Bitung dan Bendungan Kuwil Kawangkoan yang turut meningkatkan belanja modal pemerintah,” kata Ateng.

Lebih jauh, untuk sektor lainnya yang juga tumbuh pesat adalah informasi dan komunikasi, yang didorong oleh peningkatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga akan layanan data seluler maupun produk telekomunikasi. Pada kuartal III ini, sektor yang berkontribusi sebesar 3,9% terhadap PDRB ini dan memiliki pertumbuhan 8,66%.

Meski hanya menyumbang 0,810% terhadap PDRB, sektor jasa perusahaan juga tumbuh cukup pesat hingga 8,13%. Hal itu tak lepas dari kobtribusi tingginya kunjungan wisatawan ke Sulut yang turut mendorong tingginya aktivitas usaha travel dan biro perjalanan hingga usaha penyewaan kendaraan.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply