Manado, SULUTREVIEW
Giat Bulan Pemantapan Gerakan Nasional Revolusi Mental (BP-GNRM) dan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKN-Revmen) 2018 terus dimantapkan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulut, Edison Humiang yang didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Prov Sulut, Meiki Onibala membahas berbagai kesiapan panitia guna suksesnya kegiatan tersebut.
Puncak kegiatan BP-GNRM dan PKN-Revmen yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo pada Jumat (26/10) mendatang ini, menurut Humiang sekaligus sebagai evaluasi kesiapan setiap SKPD terkait yang masuk dalam kepanitiaan.
Pada rapat tersebut juga, dibahas lokasi pembukaan yang dicanangkan di Lapangan Koni Manado yang juga jadi pusat kosentrasi kedatangan Presiden serta rombongan .
PKN-Revmen 2018 yang mengangkat tema “Revolusi Mental Untuk Indonesia Satu, Mandiri dan Melayani” bakal diikuti dengan sejumlah kegiatan yakni gerakan Indonesia melayani, gerakan Indonesia bersih (9 Oktober), gerakan Indonesia tertib (18 Oktober), gerakan Indonesia Mandiri (19 Oktober) dan gerakan Indonesoa bersatu (20 Oktober).
Dalam gerakan Indonesia melayani, Pemerintah Sulut melaksanakan gerakan aksi nyata berupa; pembuatan E-KTP bagi pemilih (di dalamnya pemilih pemula) di 15 kabupaten/kota se Sulut oleh Dukcapil mulai 1-25 Oktober 2018 sebanyak 3000 E-KTP yang akan diserahkan pada tanggal 26 Oktober 2018. Selanjutnya, pengurusan 1000 sertifikat tanah bagi masyarakat di 15 kabupaten/kota oleh ATR BPN mulai tanggal 15 oktober 2018. Dan pelayanan pembuatan 500 SIM dengan metode mobile kerja sama Polda dan Dinas Perhubungan Sulut setiap hari kerja dan Sabtu-Minggu sampai dengan 23 Oktober 2018. Berikut peningkatan Mall Pelayanan Publik oleh DPM PTP di kabupaten/kota di Bitung dan Tomohon sepanjang bulan Oktober 2018.
Sementara pada acara puncak pada tangal 26-28 Oktober diagendakan acara PKN-Revmen yakni, forum dialog bela negara, forum dialog pembaruan kebangsaan, pembukaan PKN-Revmen, pemutaran film dan bedah film, seminar tentang ada dan kepercayaan, rembuk nasional (5 gerakan), pameran inovasi pelayanan publik dan inovasi kreatif anak bangsa, pementasan seni dan budaya daerah dan kontemporer serta karnaval budaya.(eda)













