Peserta Nyong Noni Sulut 2018 Dibekali Good Governance

MANADO, SULUTREVIEW

Tak hanya mengandalkan keelokan paras dan fisik, peserta pemilihan Nyong Noni Sulut 2018 yang tengah mengikuti proses karantina, dibekali materi Good Governance atau pemerintahan yang baik.

Hal itu penting agar peserta Nyong Noni Sulut 2018, memiliki wawasan bahkan pemahaman yang benar tentang prinsip pemerintahan. Di mana sentral dari penyelenggaraan pemerintahan yang baik yang  efisien dan efektif bahkan mampu mensinergikan peran pemerintah, swasta dan masyarakat.

“Peran Nyong dan Noni Sulut harus dapat tampil menjadi agen of change dengan bekal kompetensi mumpuni, baik dari aspek kecerdasan intelegen, emosional dan spiritual, tampil sebagai contoh dan panutan,”  kata Kawatu yang berkesempatan menyampaikan materi Jumat (14/9/2018).

Selain itu, Kawatu juga banyak mengungkap tentang perbedaan pemerintahan lama dengan masa kini yang lebih transparan, baik dari segi administrasi dan hukum yang berorientasi konsensus, yaitu menjembatani kepentingan kepentingan yang berbeda. Berikut efektivitas dan efisiensinya setiap proses pemerintahan hingga akuntabilitas para pengambil keputusan pemerintah, swasta dan civil society.

“Manfaat good governance adalah berkurangnya secara nyata praktik KKN, terciptanya sistem kelembagaan yang dan ketatalaksanaan pemerintah yang bersih, efisien, efektif transparan, profesional dan akuntabel terhapusnya peraturan perundang-undangan dan tindakan yang bersifat diskriminatif terhadap warga negara, kelompok atau golongan masyarakat,” beber Kawatu sembari menambahkan bahwa sejauh ini birokrasi pemerintahan cenderung terperangkap dalam bayang-bayang polarisasi politik birokrasi, di mana pemerintahan masih sangat rentan terserang oleh berbagai virus patologi.

“Dalam situasi dan kondisi yang demikian ada tanda awas waspada besar bagi kita bersama yang mengancam proses character building atau pembangunan karakter bangsa,” tukasnya.

Menariknya, materi yang disampaikan disambut antusias peserta yang sebagian besar berkeinginan menyampaikan pertanyaan berkualitas.

Turut hadir, Ketua Panitia Nyong Noni Sulut 2018, Hanny Jost Pajouw, Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Disparda Provinsi Sulut, Voura Kumendong SH serta sejumlah mantan Nyong Noni Sulut.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *