BI Dorong Pengembangan Ekonomi Pondok Pesantren Assalam

MANADO, SULUTREVIEW

Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terpanggil untuk memberdayakan pekonomian Pondok Pesantren Assalam.

Model pemberdayaan pesantren tersebut bertujuan untuk membentuk dan mengedukasi para santri agar berperan aktif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, bahkan unggul dalam berbagai aspek kehidupan.

Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng, kemandirian ekonomi pesantren perlu didorong,
karena pesantren memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan dan menggairahkan perekonomian. Hal itu direalisasikan melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), sebagai wujud nyata peran pesantren dalam pemberdayaan ekonomi yang lebih inklusif.

“Melalui bantuan PSBI, kami berharap perekonomian Pondok Pesantren Assalam akan mengalami peningkatan. Sehingga kesejahteraan akan dirasakan oleh seluruh santri,” ungkap Sugeng pada penyerahan PSBI di Pondok Pesantren Assalam, Jumat (7/9/2018).

Sugeng menambahkan, melalui pemberian bantuan PSBI yang diberikan dalam bentuk mesin bordir berbasis komputer. Diharapkan akan menjadi sarana strategis dalam menciptakan karya yang mendatangkan keuntungan secara ekonomi.

“Melalui bantuan tersebut diharapkan akan menghasilkan produk ketrampilan bordir yang berkualitas. Bahkan untuk meningkatkan keahlian kami memberikan kesempatan pelatihan kepada para santri, sehingga mereka nantinya dapat menghasilkan produk yang bersaing di pasaran,” sebut Sugeng.

Sejauh ini, BI juga telah melakukan hal yang sama di sejumlah pesantren. Sehingga diharapkan para santri yang ada di Pondok Pesantren Assalam dapat berkarya seperti yang ada di Padang Sumatera Barat.

“Diharapkan produk bordir Pesantren Assalam akan terkenal, seperti di Padang Sumatera Barat. Makanya, para santri harus termotivasi dan berupaya sebaik-baiknya untuk terus belajar dan mengembangkan diri,” tukasnya.

Sementara itu ditambahkan Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Soekowardojo bahwa PSBI merupakan perwujudan strategi pemberdayaan ekonomi, salah satunya melalui komunitas pesantren.

“Pengembangan ekonomi di Pondok Pesantren Assalam ini sudah sesuai dengan ekspektasi. Artinya progresnya jelas. Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan, jika ke depan BI juga akan memberikan bantuan lainnya,” kata Soekowaedojo.

Diketahui, selain Pondok Pesantren Assalam Bailang, untuk wilayah Manado, bantuan yang sama juga diberikan kepada Pondok Pesantren Darul Istiqomah. Di mana bantuan yang diberikan senilai Rp 178 juta.

Lebih jauh, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Assalam menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BI yang telah memberikan bantuan. Di mana bantuan peralatan bordir akan dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga akan menghasilkan karya yang dapat diminati pasar. Dan pastinya akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan para santri.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *