Gubernur dan Rektor Unsrat Dorong Percepatan Pembangunan Peternakan

MANADO, SULUTREVIEW

Pelaksanaan seminar nasional yang diselenggarakan Perhimpunan Sosial Ekonomi Peternakan Indonesia (Persepsi) diapresiasi Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE.

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Sulut ini, mengatakan bahwa kemajuan satu daerah turut didukung oleh pertanian, peternakan bahkan industrinya.

“Dengan tema strategi dan kebijakan pengembangan bisnis peternakan dalam mendukung kedaulatan pangan nasional, Sulawesi Utara akan mengalami terobosan,” ujarnya di Graha Bumi Beringin, Kamis (6/9/2018).

Lanjut katanya, Sulawesi Utara (Sulut) belum menjadi salah satu pengekspor hasil peternakan.

“Melalui seminar nasional ini pemerintah mensuport dan mendorong agar kegiatan-kegiatan peternakan yang ada di Sulawesi Utara berjalan dengan baik,” ujarnya.

Senada disampaikan Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA, bahwa
peternakan merupakan sektor penting karena berperan sebagai prime mover. Terutama bagi kehidupan sebagian besar penduduk pedesaan di Indonesia.

“Berbagai kebijakan yang berorientasi pada peningkatan bisnis dan industri peternakan sangat dibutuhkan dalam percepatan pembangunan peternakan,” ujarnya.

Kebijakan lain juga, sambung Kumaat, yang tak kalah pentingnya adalah regulasi dan penguatan kelembagaan.

“Permasalahan tersebut merupakan tantangan bagi para ilmuwan bidang peternakan khususnya yang terhimpun dalam Persepsi, bagaimana mengkaji dan merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan berbagai aspek dalam menunjang pembangunan peternakan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Hal itu, sebut Kumaat sejalan dengan program Nawacita, diantaranya mendukung kedaulatan pangan, mewujudkan penguatan teknologi melalui kebijakan penciptaan sistem inovasi nasional.

Rektor juga berharap pelaksanaan seminar nasional ini dapat memberikan pemahaman bersama untuk menyatukan pemahaman dalam bingkai sinergitas antara akademisi dan pelaku ekonomi daerah dan pusat.

“Hal ini sangat penting dalam menjaga kedaulatan pangan bersama dengan indikator kerja, kerja dan kerja,” ujarnya.

“Ini semua untuk Fapet Hebat, Unsrat Hebat, Sulut Hebat dan Indonesia Hebat yang berpikir secara global, utuh dan menyeluruh untuk kepentingan bersama,” tandasnya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *