MANADO, SULUTREVIEW
Festival Kolintang Manado Fiesta 2018 yang digelar dalam agenda Manado Fiesta 2018 disambut antusias warga Kota Manado.
Hal ini membuktikan bahwa atraksi seni Kolintang mampu menyedot daya tarik wisatawan yang datang di Kota Manado.
Menurut salah satu warga yang turut menyaksikan atraksi lomba mengaku sangat terinspirasi dengan permainan setiap peserta yang rata-rata tampil energik.
“Gerakan pemain musik Kolintang yang dimainkan dengan lincah menjadi atraksi yang menarik bagi wisatawan,’ ungkap salah satu orang tua dari Ariel Emiliano Petra Grosman yang adalah siswa SMP Frater Don Bosco Manado.
Kegiatan positif yang digelar Pemerintah Kota Manado, lanjutnya menjadi kesempatan bagi generasi muda yang ada di kota Manado untuk menunjukkan potensinya.
“Apresiasi kepada Pemerintah Kota Manado, yang sudah menggagas kegiatan luar biasa,” tukasnya Minggu (2/9/2018).
Festival yang diikuti peserta dari tingkat SD-SMP dan SMA ini, menghadirkan juri dari Ikatan Pelatihan Kolintang (IPKOL) Indonesia, sebut saja Joudy Aray, Ridel Sagay, dan Stive Tuwaidan.
Dijelaskan Tuwaidan, Festival Kolintang adalah upaya untuk melestarikan kesenian sebagai aset budaya daerah.
“Jangan sampai budaya dan kesenian yang kita miliki ini diklaim oleh bangsa lain. Kitalah yang harus memelihara dan menjaganya,” katanya sembari menyampaikan bahwa terobosan yang dilakukan Pemkot patut diapresiasi.
“Ini langkah tepat untuk mengantarkan generasi muda mengenal kesenian daerah,” tandasnya.
Hal yang sama dikatakan Ketua MTB Manado Grace Tielman, bahwa Festival Kolintang ini harus terus dikembangkan karena akan mendongkrak pariwisata Kota Manado.
“Wisatawan pasti akan sangat terhibur dengan dengan pertunjukan yang spektakuler. Karena musik Kolintang adalah pertunjukkan kesenian yang memadukan gerakan dan nyanyian dengan apik,” kuncinya.(hilda)













