KANONANG, SULUTREVIEW
Masyarakat di sekitar objek wisata Bukit Kasih Kanonang Kabupaten Minahasa, diberdayakan melalui pelatihan pembuatan souvenir dan kuliner.
Hal itu sejalan dengan program Pemerintah Sulawesi Utara (Sulut) dengan memacu pembangunan infrastruktur dan ekonomi untuk meningkatkan kesempatan kerja serta mengurangi kemiskinan dan kesenjangan.
“Hal ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat yang diwujudkan melalui program-program yang menyentuh langsung kepada masyarakat miskin,” kata Kepala Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulut, Daniel A Mewengkang SE MSi yang diwakili Sekretaris Joudy Senduk, Kamis (23/8/2018).

Lanjut katanya, melalui kegiatan pelatihan akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai subjek pembangunan yang dikenal dengan Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK), yakni program inisiatif Pemprov Sulut dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat yang berdampak pada berkurangnya angka kemiskinan di Sulut.
“Masyarakat miskin yang berada pada usia produktif dibekali dengan pelatihan guna meningkatkan keterampilan sesuai dengan kebutuhan sumber daya yang ada di sektor objek wisata,” sebut Mewengkang sambil menambahkan
masyarakat yang berada di sekitar objek wisata Bukit Kasih merupakan sasaran potensial di objek wisata favorit.
“Kebutuhan wisatawan terhadap oleh-oleh berupa souvenir dan kuliner khas sangatlah tinggi sementara souvenir dan kuliner yang ada disekitar objek wisata, khususnya di Bukit Kasih dipasok dari daerah lain,” tukasnya.

Senada disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Provinsi Sulut Jhon H Paerunan SH, bahwa pelatihan keterampilan souvenir dan kuliner dapat meningkatkan potensi diri.
“Dengan memproduksi souvenir dan kuliner secara mandiri dan berdaya saing, kemudian menjualnya secara langsung kepada wisatawan di objek wisata, dengan dukungan dari pemerintah setempat cara maksimal
akan meningkatkan ekonomi masyarakat,” tandasnya.
Tak itu saja, melalui kegiatan ini dapat dibentuk kelompok-kelompok kerajinan souvenir dan kelompok-kelompok kuliner yang nantinya akan menjadi pemasok souvenir dan kuliner khas bagi objek wisata di daerah lain.

“Pastinya desa akan lebih dikenal dengan potensi yang beragam berbasis komunitas. Hal itu akan tercapai melalui peningkatan potensi diri. Sebab, minimnya fasilitas dan pengetahuan serta terbatasnya modal menjadi salah satu kendalanya,” katanya.
Daerah yang maju, sambung Paerunan ditentukan oleh masyarakat yang kreatif, produktif dan inovatif khususnya menghadapi era di mana semua sektor termasuk pariwisata menuntut sumber daya manusia yang mampu berkompetisi secara profesional.(hilda)













