MELONGUANE, SULUTREVIEW
Kodim 1312/Talaud melaksanakan panen padi perdana di lahan percontohan Koramil 1312-03/Beo Kecamatan Beo, Selasa (14/8/2018).
Kedatangan Dandim beserta rombongan langsung disambut secara adat oleh tetua adat desa setempat Yustus Tuwongkesong.
Dalam sambutannya Dandim 1312/Talaud Letkol (Arm) Gregorius Eka Setiawan mengatakan bahwa penggarapan lahan kosong yang dilakukan oleh Koramil 1312-03/Beo beserta warga merupakan salah satu upaya penting dan bernilai strategis bagi pembangunan di Kabupaten Talaud khususnya bidang ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Beo.
Lanjutnya, masyarakat Indonesia rata-rata tidak bisa beraktivitas jika tidak mengkonsumsi beras yang sudah dimasak menjadi nasi, karena itu padi menjadi salah satu dari tujuh komoditi pertanian strategis dan menjadi penyuplai karbohidrat utama di tengah masyarakat.

Diselipkan dalam sambutannya, Letkol (Arm) Setiawan sharing kisah ketika dia bertugas di Libanon, Dandim melihat perbedaan yang sangat jauh antara Libanon dan Israel yang pada dasarnya mempunyai iklim yang sama.
“Libanon itu gersang, hanya tumbuh pepohonan perdu, sementara di Israel itu hijau dan subur semua, padahal iklimnya sama, tanahnya sama dan daratannya sama. Pada akhirnya bagaimana manusia beradaptasi dengan alam yang dia diami,” ujar Dandim.
Dandim mengatakan Talaud yang mempunyai iklim panas dan dikelilingi oleh samudera juga bisa melakukan kegiatan pertanian seperti apa yang sudah di contohkan oleh Koramil Beo dan masyarakat, hal ini juga merupakan bagian dari bentuk adaptasi manusia dan alam sekitarnya.
“Kita tidak bisa hanya bisa menggantungkan diri dari hasil perikanan dan kelautan, tapi kita juga bisa mengeksplorasi kekayaan alam yang ada di sekitar kita,” tutur Setiawan.

Dandim menambahkan apa yang sudah dilakukan oleh Komaril bersama warga adalah bentuk untuk mendorong dan membangun swakarsa serta inovasi warga masyarakat di Talaud khususnya wilayah Kecamatan Beo agar bisa memanfaatkan potensi yang ada.
“Lahan sudah ada, saluran irigasi sudah ada, program pupuk dan bibit dari pemda juga sudah ada, tinggal bagaimana kita mengelola semua sumber dan potensi yang ada untuk meningkatkan kesejahtraan,” kata Dandim.
Menurutnya tidak ada kasulitan yang tidak bisa diatasi dan tidak ada hal yang tidak bisa dikomunikasikan dan koordinasikan untuk itu Dandim berharap agar semua pihak bisa mengambil peran dalam sosialisasi kepada masyarakat agar swasembada pangan di Talaud bisa terwujud.
“Jika ada masalah segera dilaporkan, kami Forkopimda akan terus bersinergi untuk membantu kesulitan masyarakat, karena kehadiran negara melalui instansi-instansi yang ada, itu untuk meyakinkan hak-hak warga negara bisa dipenuhi,” jelas Dandim.
Diketahui lahan garapan Koramil 1312-03/Beo bersama warga yang mulai ditanami sejak bulan April 2018 ini mempunyai luas 1 1/2 ha dan terbagi menjadi tiga belas petak sawah, jenis padi yang ditanam adalah padi Thailand dan dikelola oleh lima belas orang yang terdiri dari Prajurit Koramil 1312-03/Beo, warga desa Bantik, Resduk dan Beo yang dibagi menjadi empat kelompok tani.
Turut hadir dalam kegiatan ini Danlanal Melonguane Letkol (Mar) Augustinus Purba SE, Kajari Talaud Sutikno SH. MH, Wakapolres Kepulauan Talaud Kompol Maria Buida, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang Dim/1312 Talaud Delvina Lopez , Plt Asisten II Ekbang Nelmar Tumbal.(fanly)













