Kinerja Perekonomian Sulut Triwulan II Melambat, Ini Keterangan BI

MANADO, SULUTREVIEW

Kinerja perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) di triwulan II 2018 tercatat tumbuh sebesar 5,83% (yoy) dan 6,23% (qtq) atau melambat jauh dibawah proyeksi bahkan lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi triwulan pertama sebelumnya sebesar 6,68% (yoy).

Meski demikian pertumbuhan tersebut sedikit meningkat
dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama pada tahun 2017 sebesar 5,80% (yoy) atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi Nasional yang tercatat sebesar 5.27% (yoy)

Dikatakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Soekowardojo, secara sektoral, perlambatan pertumbuhan ekonomi, didorong oleh kontraksi di sektor pertanian, konstruksi dan transportasi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Soekowardojo.

“Kontraksi di sektor pertanian salah satunya disebabkan oleh produksi padi dan jagung yang menurun. Sektor kontruksi mengalami perlambatan sejalan dengan perlambatan investasi. Hal ini sejalan dengan masih lambatnya realisasi belanja modal pemerintah dan pembangunan proyek infrastruktur strategis di Sulut,” jelas Soekowaedojo.

Lanjut kata Soekowaedojo, perlambatan di sektor transportasi disebabkan melambatnya pertumbuhan penumpang khususnya untuk penerbangan domestik. Sementara pertumbuhan signifikan sektor industri dan masih kuatnya sektor perdagangan berperan
penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi Sulut triwulan II.

“Sektor perdagangan besar dan eceran meningkat sebesar 6,67% (yoy) dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut sebesar 0,85%(yoy), seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi pada saat perayaan
Paskah, Ramadhan dan Idul Fitri 2018,” ungkap Soekowardojo.

Sementara itu, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh sebesar 8,91% (yoy) dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut sebesar 0,78%(yoy), sedangkan industri pengolahan Sulut mengalami peningkatan sebesar 7,69%, sejalan dengan pertumbuhan produksi manufaktur besar dan sedang, dengan kontribusi
terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut mencapai angka 0,77% (yoy)

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan perekonomian Sulut triwulan II terutama didorong oleh
meningkatnya kinerja ekspor barang dan jasa, konsumsi pemerintah dan konsumsi nonprofit Rumah Tangga (LNPRT).(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *