Ekspor Sulut Triwulan II Alami Peningkatan

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Soekowardojo.

MANADO, SULUTREVIEW

Meski kinerja perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) triwulan II 2018 tercatat melambat, namun dari sisi ekspor justru meningkat sebesar 10,22% (yoy) dan memberikan sumbangan sebesar 2,66% (yoy) terhadap perekonomian Sulut.

Diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Soekowardojo, ekspor barang dan jasa Sulut menjadi kontributor tertinggi terhadap pertumbuhan sebesar 3.14% seiring dengan peningkatan nilai ekspor non migas seperti minyak nabati, makanan olahan dan lainnya sebesar 30.49% dan jumlah wisman di triwulan II.

“Konsumsi rumah tangga tumbuh melambat dari 4,43% (yoy) di TW I menjadi 4,12% di TW 2 terutama pada sebagian besar tenaga kerja di sektor primer (pertanian) seiring dengan menurunnya NTP pertanian, perkebunan dan Holtikura,” kata Soekowaedojo.

Tak itu saja, konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 10.73% (yoy) dengan kontribusi terhadap pertumbuhan sebesar 1.82% yang disebabkan adanya peningkatan belanja barang dan jasa.

Selain itu, konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) juga meningkat sebesar 10,78% dengan kontribusi terhadap pertumbuhan sebesar 0,22%.

“Pertumbuhan konsumsi LNPRT tersebut juga didorong oleh persiapan penyelenggaraan Pilkada di enam kabupaten kota di Sulawesi Utara, yaitu Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabulaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kota Kotamobagu, dan Kabupaten Bolaang Mongodow Utara.

Pertumbuhan investasi yang terutama dicerminkan oleh Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTB) pada triwulan II si tahun 2018 melambat sebesar 2,17% (yoy) dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi
Sulut sebesar 0,8% seiring dengan masih lambatnya realisasi belanja modal pemerintah.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *