Kendalikan Inflasi di Sulut, BI dan WKI GMIM Tanam 6 Ribu Bibit Barito

Kolongan, SULUTREVIEW

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) intens mendorong masyarakat di Bumi Nyiur Melambai untuk menam bibit bawang daun, rica (cabai) dan tomat (barito) yang selama ini kerap menjadi komoditas pemicu inflasi.

Tak tanggung-tanggung, untuk maksud tersebut, TPID menyerahkan 6 ribu bibit Barito kepada Wanita Kaum Ibu (WKI) Sinode GMIM.

Pada penyerahan bibit, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut, Soekowardojo mengatakan Gerakan Barito  merupakan inisiatif  TPID dalam upaya mengendalikan inflasi di Sulut.

“Tujuannya adalah agar bibit yang diserahkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.  Khususnya kelompok Wanita Kaum Ibu GMIM Sinode dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Terutama pada komoditas bawang daun, rica (cabai), dan tomat yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi penyumbang inlasi terbesar untuk Provinsi Sulut,” kata Soekowardojo dalam penyerahan di Kolongan Senin (9/7/2018).

Menurut Soekowardojo, penyerahan ini merupakan tahap pertama yang dilakukan dari total 20.000 bibit yang
diberikan kepada kelompok WKI GMIM Sinode dan Tim Penggerak PKK Sulut.

“Kami berharap bahwa bibit yang diserahkan dapat dirawat, dijaga, dan dipelihara dengan baik agar dapat dikonsumsi oleh ibu-ibu sekalian setelah dipanen nanti untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini kami harap dapat mengendalikan kenaikan tingkat harga bawang daun, rica, dan tomat melalui peningkatan kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi bahan pangan hariannya,” kata Soekowardojo.

Seperti diketahui, inflasi merupakan kenaikan tingkat harga yang seringkali menjadi hambatan dalam perekonomian karena dapat mengurangi tingkat kesejahteraan masyarakat seiring dengan menurunnya daya beli terutama pada barang-barang konsumsi sehari-hari.

“Untuk memastikan kelancaran proses menanam, kami pun telah berkoordinasi dengan Ibu Ketua untuk mekanisme pembagian bibit tanaman sesuai dengan potensi lahan daerah serta kesiapan masing-masing wilayah. Dan kami berharap apa yang kita lakukan pada kegiatan ini dapat menjadi berkah sehingga tanaman yang kita semai dapat tumbuh dengan subur, produktif, serta dapat membantu kita dalam mencapai tujuan kesejahteraan yang kita semua inginkan,” tegas Soekowardojo.

Sementara itu, Ketua WKI Sinode GMIM, Adriana Dondokambey dalam penyerahan bibit Barito mengatakan bahwa hal tersebut masuk dalam program WKI yang secara langsung dapat meningkatkan perekonomian keluarga.

Menurut Dondokambey, 6 ribu bibit akan didistribusikan ke sejumlah wilayah, yakni Tumompaso I, II dan Minut serta Matungkas maupun Minawerot.

“Tanah di Minut sangat cocok untuk tanaman rica. Sedangkan tomat dan daun bawang di Tumompaso dan Minahasa. Dan saya atas nama Wanita Kaum Ibu mengucapkan banyak terima kasih kepada BI untuk kami dapat melakukan program menanam,” katanya.

Dondokambey juga berharap bantuan bibit dari BI dapat memberikan manfaat bagi WKI GMIM.

“Bibit Barito pastinya akan memberikan manfaat bagi kaum ibu. Terutama untuk meningkatkan perekonomian,” tukasnya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *