Manado, SULUTREVIEW
Mahalnya harga komoditas tomat memberikan andil terbesar inflasi Kota Manado pada Juni 2018 yang mencatatkan 0,65% month to month (mtm).
Inflasi tahun kalender sebesar 3.51% year todate (ytd) dan inflasi tahunan sebesar 3,46% year on year (yoy).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Soekowardojo dalam amatan dari hasil rilis Badan Pusat Statistik menyimpulkan secara bulanan tekanan inflasi Sulut yang diwakili Manado pada bulan Juni meningkat jika dibandingkan dengan inflasi Sulut pada bulan sebelumnya (0.55%, mm), namun masih di bawah rata-rata inflasi Sulut pada bulan Juni selama 5 tahun terakhir (0.77% mtm).
Di sisi iain inflasi Sulut masih lebih tinggi jika dlbandingkan dengan inflasi nasional pada bulan Juni (0.59%. mm).
Secara tahunan inflasi sulut pada bulan Juni juga tercatat Iebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya (3.97%, yoy) dan rata-rata inflasi Sulut 5 tahun terakhir (5,29%).
“Secara spasial Kota Manado merupakan kota dengan inflasi terendah nomor 3 dari 11 kota di Sulawesi meskipun inflasi Sulut tersebut lebih tinggi dari inflasi nasional yang sebesar 3,12% (yoy). Berdasarkan komponennya inflasi terjadi pada ketiga kelompok inflasi,” katanya Senin (2/7/2018).
Laju inflasl pada bulan Jun! 2018 terutama disebabkan oleh laju inflasi kelompok bahan makan bergejolak atau Volatile Food (VF) sebesar 1,47 % (mtm).

lnflasi kelompok VF terutama disebabkan oleh tomat sayur yang memillki andil inflasi sebesar 0,23% (smtm*), mereda dari bu!an sebelumnya yang tercatat sebesar 0,37% (smtm*).
“Penyebab inflasi tomat sayur pada bulan Juni 2018 ada|ah meningkatnya permintaan ketika perayaan hari besar keagamaan nasional (ldul Fitri). Selain tomat sayur, permintaan komodltas daging ayam ras dan cakalang/sisik juga cukup tinggi sehingga menyumbangkan andil inflasi kepada inflasi bulanan Sulut,” kata Soekowardojo.
Kelompok Adminlswed Prim (AP) juga berperan dalam lnflasl Sulut dengan laju Infiasl sebesar 1.45% (mtm). Inflasi kelompok AP terutama disumbang oleh tarif Jasa Angkutan Udara yang memiliki and” inflasi sebesar 0,26% (smtm*), meningkat jika dibandingkan buian sebelumnya yang inftasi sebesar 0.05% (smtm*). Peningkatan inflasi pada jasa angkutan udara didovong oleh peningkatan arus mudik betkenaan dengan perayaan hari besar keagamaan (ldul Fitri) berlangsung. Selain hal tersebut. terdapat regulasi terbaru dari Pemerintah Kota Manado mengenai Tarif Parkir yang mendorong and” inflasi sebesar 0,04% (smtm*).
Kelompok core juga mencatat Inflasi. namun dengan level yang relatlf kecil yaltu sebesar 0.06% (mtm). Peningkatan inflasi pada kelompok core didorong oleh komoditas kemiri (8.82%.mtm), ayam nuggets (7.88%, mm), ice cream (6,12%,mtm) dan seragam sekolah Wanita (6,01%,mtm).
Diketahui, sepanjang tahun 2018, BI ProvinsI Sulut memperkirakan infIasI akan berada pada rentang 3,51: 1% (yoy).
Sejauh InI inflasi 2018 didukung oieh ketersedlaan bahan pokok strategis yang memadai, serta upaya dan koordinasi Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia melalui wadah TPID untuk ierus memperkuat pengendalian inflasi.
Mencermati inflasi sampai dengan paruh pertama tahun 2018. TPID akan memantau secara ketat (melakukan tindakan yang perlu untuk mengendalikan harga. terutama komodiias pada komponen VF dan AP. Pada bulan Juni 2018 teiah dilakukan sidak pasar bersama dalam rangka ketersediaan bahan pangan menjeIang bulan ramadhan.(hilda)













