Melonguane, SULUTREVIEW
Kabupaten Kepulauan Talaud mulai merasakan dampak dari program membangun dari pinggiran yang di gagas oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, salah satunya perbaikan infrastruktur di bidang telekomunikasi.
Melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat, direalisasikan dengan pembangunan jaringan di salah satu pulau terluar negara Indonesia yang terus dikebut, salah satunya dengan menghadirkan fiber optik.
Beberapa waktu lalu, bertempat di Desa Mala, Kecamatan Melonguane Kadis Kominfo Sulut Dr Jetty Pulu yang mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama unsur Forkopimda, Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Marojahan Denny Irawan Situmorang SIK, Dandim 1312/Talaud Letkol Arm Gregorius Eka Setiawan SE, Ketua DPRD Talaud Max FM Lua menyaksikan secara langsung penyambungan Kabel Optik dari Tahuna ke Beach Man Hole (BMH) Melonguane, bertempat di Terminal Station (TS) Desa Mala.

“Walaupun listrik padam, tidak akan berpengaruh, karena terminal station menggunakan genset sendiri. Selain itu ada juga baterai, perangkat DWDM (Dense Wavelenght Division Multiplex), dan Sinar Laser yang menggunakan kecepatan cahaya untuk mengirimkan signal,” Kata Pulu sesaat setelah meninjau pemasangan kabel fiber optik.
Menurut Kadis Kominfo, Apabila hanya menggunakan microvawe melalui tower tidak begitu kuat, tetapi kalau melalui kabel serat optic jauh lebih cepat dibanding lewat udara.
“Serat optic yang kabelnya ditanam di bawah laut memiliki kecepatan 100 Giga lebih cepat dibanding Microvawe yang melalui tower atau satelit udara. Kelebihan dari Serat optic ketika koneksinya sudah terpasang semua, maka seluruh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Talaud serentak menggunakan telepon tidak akan ada gangguan lagi,” katanya.
Pulu menambahkan tahapan pemasangan tulang punggung serat optik sudah dimulai. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk bersyukur dan bersabar menanti proses pemasangan ini sampai dengan tahap berikutnya.
“Tahap pertama fokus pada penggelaran kabel jaringan dan merata ke seluruh Indonesia. Kemudian tahap dua akan fokus pada interkoneksi ke daerah-daerah yang blankspot (belum ada Jaringan Telekomunikasi) maupun daerah yang jaringannya kurang bagus,” tutur Pulu.
Untuk Talaud, kata Pulu, pemasangan kabel optik akan merata. Dikarenakan jangkauan satu titik pita bisa mencapai hingga 27.000 Kilometer. Sedangkan Kepulauan Talaud hanya 25 ribu kilometer luasnya. Jangkauannya bisa lewat sampai Miangas.
“Untuk pengerjaan penggalian darat sudah hampir selesai, kemudian untuk laut masih sementara dikerjakan sampai dengan Juli nanti (khusus Talaud), dikarenakan sekarang kapal sudah bergeser ke Morotai. Masuk ke wilayah paket tengah sampai merata di seluruh Indonesia,” tandasnya.(fanly)













