Manado, SULUTREVIEW
Jika tidak ada kendala, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung yang dipastikan menjadi babak baru pertumbuhan ekonomi di Bumi Nyiur Melambai, pada Agustus 2018 mendatang, bakal diresmikan Presiden Joko Widodo.
Sejumlah poin penting yang menyangkut teknis kegiatan terus digenjot, antara lain yang bersentuhan dengan pekerjaan yang dirampungkan oleh Badan Usaha Pengelola dan Pembangunan KEK Bitung dan pemerintah daerah (pemda).
“Ada beberapa hal yang kami bahas, yakni berkaitan dengan kesiapan badan pengelola. Persiapannya menyangkut kontribusi dan peran dari pemda termasuk Kota Bitung,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Ir Jenny Karouw MSi, pada rapat koordinasi yang digelar di ruang WOC Pemprov Sulut pada Jumat (29/6/2018).
Lanjut kata Karouw, persiapan pengelolaan kawasan persampahan, drainase juga turut dibahas. Hal ini dimaksudkan agar dalam start awal nanti ada kerja sama antara badan pengelola dan pemda.
“Kami juga membahas kebutuhan ketersediaan listrik. Pada start awal pembangunan industri seluruh kawasan yang terbangun kita minta komitmen dan suport dari PLN Suluttenggo yang secara keseluruhan harus tercukupi. Ini jadi syarat untuk pemerintah pusat, sehingga KEK dapat diresmikan,” ungkap Karouw.

Terkait penataan kawasan, kata Karouw akan fokus pada areal 92 hektar sementara kawasan secara keseluruhan adalah seluas 534 hektar.
“Untuk luasan 442 hektar akan diupayakan oleh badan pengeloa tapi ini perlu tahapan termasuk rencana untuk pengembangan KEK ke depan.
“Persiapan awal KEK ini sebenarnya hanya 3 tahun tetapi dinamika di lapangan membutuhkan waktu lebih dari itu. Salah satu kendalanya adalah masyarakat yang menduduki lahan tersebut. Nah, solusinya pemda berupaya menyiapkan lahan meski pun itu bukan haknya. Dan persoalan ini sudah dirampungkan,” tandasnya.
“Untuk peresmiannya Agustus akan diresmikan pemerintah pusat. Rencananya oleh Presiden. Tetapi tanggalnya belum dipastikan,” tambah Karouw.
Ketika KEK Bitung ini diresmikan, akan banyak manfaat yang dirasakan oleh daerah.
“KEK bermanfaatn untuk menggerakkan perekonomian di daerah yang juga berpengaruh pada perekonomian secara nasional. Bahkan secara mikro akan menumbuhkan perusahaan industri kecil daerah. Pastinya, dengan terbangunnya KEK akan bertumbuh lapangan kerja baru dan kita berharap industri juga bertumbuh, karena memanfaatkan potensi daerah kita, mengingat komoditi yang dimanfaatkan adalah potensi daerah,” beber Karouw.
Sementara itu, Ir John Lengkey yang merupakan koordinator Badan Usaha Pengelola dan Pembngun KEK Bitung mengatakan sedang melobi empat investor berskala nasional dan internasional.

Di mana dalam realisasi KEK Bitung, selaku developer yang ada dalam wadah Membangun Sulut Hebat (MSH) yakni pemilik proyek sedang mempersiapkan investor untuk mengelola pekerjaan.
“Untuk mengelola dan merealisasikan pekerjaan fisik KEK Bitung, kami mencari partner untuk nantinya akan dikelola bersama. Dalam hal ini suport dana bukan dari kita tetapi investor. Sudah ada 4 calon partner yang potensial. Yakni 3 investor nasional dan satu Penanaman Modal Asing atau PMA,” tukasnya sembari menambahkan kebutuhan dananya mencapai Rp3,4 Miliar.
Lengkey memastikan pada Agustus 2018 nanti seluruh persiapan sudah dimatangkan sampai proses peresmian.
“Partner investor potensial tinggal kita seleksi. Dana dibantu juga oleh pemprov. Dan sesudah peresmian kita akan kerja full, antara lain cut and field,” tutup Lengkey.(hilda)











