Nelayan Desa Sambuara Harapkan Dermaga dan Pabrik Es Balok

Melonguane, SULUTREVIEW

Kepala Desa Sambuara Drs Albert Bawole menjelaskan kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat nelayan untuk meningkatkan perputaran perekonomian di desa Sambuara khususnya di sektor perikanan.

Saat di temui sulutreview.com di sela-sela acara KPKP yang di gelar belum lama ini, Bawole mengatakan bahwa setiap tahun kapasitas penangkapan ikan oleh nelayan Desa Sambuara mencapai ratusan ton ikan.

Dia menambahkan tangkapan yang hanya berasal dari nelayan tradisionlil mencapai 200 sampai 300 ton pertahun, dan itu belum termasuk ikan yang ditangkap oleh kapal ikan yang datang dari Bitung dan Manado,

Bawole mengatakan bahwa jenis ikan yang sering ditangkap adalah ikan tuna, tindalu, malalugis dan ikan antoni.

Bawole mengatakan dari hasil tangkapan tersebut, para nelayan mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil tangkapannya karena lokasi Desa Sambuara yang jauh dari Beo dan Melong yang menjadi pusat perdagangan masyarakat.

Untuk itu, Bowole menambahkan masyarakat berharap kedepan di desa sambuara dibangun pelabuhan pendaratan ikan dan pabrik es balok untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan masyarakat.

Bawole berharap pemerintah daerah, provinsi maupun pusat bisa mendengar keluhan masyarakat desa Sambuara dan bisa memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang ada di tengah masyarakat.

“Semoga program-program pemerintah pusat bisa menyentuh sampai ke desa-desa terpencil sehingga kami bisa merasakan dampaknya, dan semoga pemerintah bisa melihat kesulitan yang di hadapi oleh masyarakat salah satunya Desa Sambuara,” kata Bawole.(fanly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *