Ketua Fraksi Partai Gerindra Akui tak Anti Investasi

Jakarta, SULUTREVIEW – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR Eddy Prabowo menyatakan pihaknya tidak anti investasi asing masuk ke Indonesia. Justru berharap investasi itu banyak masuk ke negeri ini.

“Semakin banyak investor masuk ke sini semakin memperkuat ekonomi kita. Hanya saja banyak investor masuk belum membantu memberikan lapangan kerja untuk kita yang kini jumlah pengangguran mencapai jutaan lebih,” kata Eddy saat memberikan keterangan pers di ruang Fraksi Gerindra, Gedung Nusantara I DPR, Kamis (24/5/2018).

Menurutnya, pembangunan ekonomi harus mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam arti meningkatkan pendapatan, mengurangi kemiskinan, kesenjangan, serta kesempatan kerja dan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi nasional. Hanya saja  belum mampu membantu terbukanya lapangan kerja untuk rakyat Indonesia. Malah yang terjadi, angka pengangguran semakin tinggi.

Harusnya, bila banyak investor menanamkan modalnya di Indonesia, ini bakal mengurangi angka pengangguran karena. Nyatanya, investor masuk sekalian membawa tenaga kerja termasuk pekerja kasar yang dalam negeri jumlahnya sangat banyak.

“Jadi, masuknya investor ke Indonesia tidak mampu mengurangi pengangguran dan malah jumlah pengangguran dalam negeri terus bertambah. Banyaknya investor masuk tetapi tidak dinikmati pekerja dalam negeri. Jadi, nggak ada artinya,” kata Ketua Komisi IV DPR RI itu didampingi anggota Fraksi Gerindra lainnya yakni Ramson Siagian, Heri Gunawan dan pimpinan Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu.

Dia juga menyayangkan mengenai Bantuan Langsung Tunai (BLT) awalnya berupa duit diganti bantuan non tunai. Disayangkan juga jumlah yang menerima pada pemerintahan sekarang dikurangi dari 16 juta jadi 5 juta dari bentuk tunai duit diganti non duit.

“Kami bukan anti BLT malah mendukung agar terus dipertahankan tetapi jumlah penerima jangan dikurangi dan bantuan jangan dirubah tetap berupa duit tunai,” ujar Eddy.(rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.