Proyek Bendungan Kuwil dan Tol Mabit Dorong Perekonomian Sulut

Manado, SULUTREVIEW -Tumbuhnya perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) triwulan I tahun 2018 yang bertengger di posisi 6,68% (yoy) atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar 6,43% (yoy) dan juga lebih dari triwulan IV tahun 2017 yang sebesar 6.53% (yoy), tak lepas dari pertumbuhan Investasi.

Hal itu tercermin oleh Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTB) pada triwulan I  tahun 2018 yang meningkat sebesar 4,23% (yoy) dengan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut sebesar 1,52% (yoy).

Dijelaskan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut, Soekowardojo yang didmoingi Deputi Direktur Bidang Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia (BI) MHA Ridwan PhD, kontribusi pertumbuhan ekonomi juga didongkrak oleh realisasi pengadaan material bahan bangunan semen di Sulut yang hingga Maret 2018 tumbuh sebesar 41,56% (yoy).

“Peningkatan PMTB juga didukung oleh realisasi pembangunan fisik di Sulut yang terutama adalah pengerjaan proyek pembangunan Bendungan Kuwil serta pembangunan jalan tol Manado-Bitung (Mabit),” ungkapnya Senin (7/5/2018).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut, Soekowardojo.

Tak itu saja, konsumsi rumah tangga juga ikut memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi yang meningkat sebesar 4.43% (yoy) dengan sumber pertumbuhan sebesar 2.18%. Hal ini dipicu oleh naiknya pendapatan oleh ekspor, sektor informal. Dalam hal ini transportasi online dan ketersediaan lapangan kerja.

“Konsumsi pemerintah juga tercatat tumbuh 2.57% (yoy) dengan sumber pertumbuhan sebesar 0.45% yang disebabkan dengan naiknya belanja modal dan belanja pegawai,” sebut Soekowardojo turut diiyakan Ridhwan.

Selain itu, Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) pada triwulan I tahun 2018 meningkat sebesar 9,51% (yoy) dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,45%.

Pertumbuhan konsumsi LNPRT didorong oleh persiapan penyelenggaraan Pilkada di enam kabupaten kota di Sulawesi Utara yaitu Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kota Kotamobagu, dan Kabupaten Bolaang Mongodow Utara

“Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi semakin membaik, didorong oleh optimisme membaiknya harga komoditas serta perbaikan perekonomian dunia yang terus berlanjut yang pada gilirannya akan berdampak positif bagi kinerja ekspor Sulut. Komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisman juga diperkirakan akan berperan dalam peningkatan pertumbuhan ekspor jasa,” jelas Soekowardojo dan Ridhwan.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.