Masyarakat Diajak Antisipasi Aksi Penyelundupan Barang Ilegal

Pontianak, SULUTREVIEW – Indonesia memiliki ribuan pintu masuk yang tidak terdeteksi alias “jalur tikus” yang dimanfaatkan bagi penyelundupan berbagai barang ilegal. Mulai Narkoba, hasil hutan, barang pangan, hingga tenaga kerja asing (TKA) ilegal.

“Kami akan mengajak masyarakat seputar jalur tikus untuk bersama-sama Polri, TNI, Ditjen Bea Cukai, dan Imigrasi, serta kementerian terkait untuk mengantisipasi aksi penyelundupan yang sangat merugikan negara tersebut,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mengungkap kemesraannya dengan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, ketua DPD RI Oesman Sapta Odang di Kalimantan Barat, Jumat(27/4/2018).

Untuk itu, ia bersama para petinggi itu berencana meninjau sejumlah pintu masuk di perbatasan seperti Entikong dan Taruk di Kalimantan Barat serta beberapa wilayah terluar lainnya.

“TNI-Polri bersama kementerian terkait juga menggelar program pendidikan dan pembinaan bagi masyarakat setempat,” ujarnya.

Sementara Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan sedikitnya ada 2000 pintu masuk liar atau jalur tikus di Kalimantan Utara termasuk 2000 titik lainnya di Kalimantan Barat yang rawan masuknya penyelundupan.

“Kami gunakan sandi Petasan untuk operasi atau kegiatan di wilayah perbatasan. Semua aparat terkait yang terlibat terus berupaya menghambat penyelundupan dengan kerjasama antar-imstansi/lembaga pemerintah,” kuncinya.(rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.