Gubernur Pantau UNBK, Ketersediaan Komputer dan Listrik Masih Jadi Kendala

Manado, SULUTREVIEW – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE bersama jajaran, intens melakukan pantauan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) tingkat SMK/MA/SMTK yang digelar serentak Senin (9-12/4/2018).

Pada pantauan di SMA Negeri 1 Manado, Olly berkesempatan melakukan teleconference dengan bupati/walikota serta pejabat yang mengawal jalannya UNBK di daerah.

Menariknya, di sesi sharing informasi tersebut, Olly banyak mendapatkan keluhan keterbatasan perangkat komputer. Sehingga diharapkan pada tahun depan gubernur dapat mengulurkan bantuan.

“UNBK bisa terlaksana. Tetapi untuk jaringan masih agak tersendat. Demikian juga dengan ketersediaan komputer. Kami berharap Pak Gubernur dapat memberikan bantuan,” ungkap Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow saat memantau UNBK di SMA 1 Negeri Bolaang sembari merinci jumlah siswa yang mengikuti UNBK di 14 sekolah sebanyak 870 siswa.

Senada disampaikan Bupati Sangihe Jabes Gaghana, Wakil Bupati Minahasa Selatan Franky Wongkar, Penjabat Bupati Tondano Roy Mewoh, Bupati Sitaro Tonny Supit, Wakil Bupati Minahasa Utara Joppy Lengkong.

Mereka berharap agar kebutuhan komputer dapat teratasi di tahun mendatang. Demikian juga dengan jaringan yang mengandalkan kekuatan server. Dengan begitu tidak ada lagi sekolah yang harus meminjam dari orang tua murid. Bahkan yang lainnya harus puas dengan UNKP yang dilakukan secara manual, seperti di Lembean dan Eris Minahasa, maupun daerah lainnya.

Tak itu saja, akibat kerusakan genset mandiri di Tagulandang selama sepekan ini berdampak juga pada pelaksanaan UNBK yang kemudian dipusatkan di Siau.

Hal ini juga sangat disesalkan gubernur yang langsung meminta klarifikasi kepada PLN Suluttenggo, agar secepatnya dapat membantu penyelesaian pemadaman.

“Padamnya listrik di Tagulandang ini saya akan minta klarifikasi pihak PLN. Karena sudah satu munggu. Apa yang menjadi penyebabnya,” kata gubernur.

Sementara itu terkait jaringan kompurer, gubernur menyatakan akan berupaya maksimal menyelesaikannya. Bahkan khusus untuk wilayah perbatasan, gubernur telah melobby Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk meningkatkan akses jaringan telekomunikasi.

“Capaian UNBK saat ini sudah mengalami peningkatan, kalau tahun lalu baru 20 persen, saat ini telah mencapai 95 persen. Dan tahun depan saya harapkan dapat mencapai 100 persen,” tandasnya sembari menambahkan untuk bantuan komputer, telah dialokasikan 500 unit di tahun 2018, dan tahun 2019 mendatang direncanakan sebanyak 2 ribu unit untuk SMK dan SMA.

Sementara itu dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, dr Grace Punuh, jumlah siswa yang mengikuti UNBK dan UNKP mencapai 20.015 siswa, tersebar di 268 sekolah.

Punuh berharap, pelaksanaan UNBK sangat menentukan kualitas kejujuran. “Prestasi memang penting tetapi kejujuran adalah yang utama,” tegasnya.

Lebih jauh, Kepala SMA Negeri 1Manado, Dra Sherly Kalangi mengatakan, ada 861 siswa yang ikut UNBK. Namun dengan keterbatasan perangkat komputer, maka pihak sekolah meminjam tempat di SMK Negeri 1 Manado. “Ada 3 ruang di SMA 1 dan 6 ruang di SMK 1 atau sebanyak 561 siswa. Meski demikian, SMA 1 adalah penyelenggara ujian. SMK 1 hanya pinjam tempat,” sebut Kalangi sembari menambahkan bahwa SMA 1 dapat bantuan 40 unit laptop.

“Untuk UNBK saya berharap dapat lulus 100 persen dengan kualitas nilai di atas passing grade, yakni 5,5 terendah dengan total 65. Namun di atas semua itu, kejujuran adalah yang utama di atas prestasi,” tukasnya.

Turut hadir, Walikota Manado, Dr Ir GS Vicky MSi DEA, Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof Dr Ir Joan Kumaat MSc DEA dan Rektor Unima Prof Dr Paula Runtuwene DEA, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan Kakanwil Kemenag Sulut Dr H Abdul Rasyid MAg.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.