Prajurit TNI-AL Asah Keterampilan Menembak di Lanal Melonguane

Melonguane, SULUTREVIEW – Pangkalan Utama Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Laut (TNI AL) Kabupaten Kepulauan Talaud kini telah memiliki Lapangan Tembak. Hal itu terlihat saat semua anggota Lanal yang intens mengikuti latihan menembak.

Bertempat di Pangkalan Utama Lanal Melonguane, Danlanal Letkol (Mar) Moh Maftukin, SH Menjelaskan bahwa latihan ini dilaksanakan setiap minggu dan diikuti oleh seluruh anggota, mulai dari Strata Tamtama, Bintara maupun Perwira.

Tujuan latihan ini adalah untuk mengasah kemampuan menembak setiap Anggota TNI AL.

“Saya Selalu Mentreatder anggota saya, untuk memotivasi agar dia mempunyai kemauan supaya nilainya bagus dan tembakannya tepat sasaran, anggota yang nilainya diatas 90 itu mendapat reward, itu salah satu Cara. karena kepemimpinan itu kan masing-masing,” ujar Danlanal Selasa (27/3/2018).

Sebagai pelatih dan instruktur, Danlanal mengatakan  kemampuan menembak adalah kemampuan yang paling utama yang harus di miliki oleh tentara. Jadi, kemampuan menembak harus diutamakan dan semuanya harus bisa menembak.

“Tentunya sebagai militer kita harus siap, Mana kala ada gangguan atau ancaman kita sudah siap. Jangan sampai nanti ketika ada gangguan kita bilang, saya staf atau saya anggota tidak bisa menembak. Jangan sampai itu tejadi, jadi semuanya harus siap,” ujarnya.

“Kita ketahui juga bahwa tentara itu senjata pamungkasnya adalah senjata Api. Jadi kemampuan untuk menembak itu paling utama. Karena Final Eksekusi didalam bertempur itu adalah menembak,” tegas Maftukin

Lanjut Jelas Danlanal, bahwa latihan ini sifatnya bertahap, bertingkat dan berlanjut.

“Artinya bertahap, bertingkat dan berlanjut itu kita laksanakan sesuai dengan teknis menembak nol benar, dimana dilaksanakan menembak pada sasaran yang diam. Kemudian bertingkatnya nanti sasaran bergerak dan sampai nanti berlanjutnya itu adalah aplikasi di lapangan,” jelas Maftukin

Sebelum melaksanakan latihan menembak, tentunya ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah keamanan. Menurut Danlanal lapangan tembak yang ada saat ini memang jaraknya tidak jauh dari permukiman warga. Tetapi Danlanal memastikan pihaknya selalu memperhatikan dan mengutamakan masalah keselamatan.

“Walaupun medannya dekat dengan perkampungan warga, tetapi masalah safety itu yang paling utama,” Kata Danlanal.

Danlanal mengatakan selain melaksanakan latihan menembak, kedepannya akan dilaksanakan juga latihan berganda atau latihan operasi oleh anggota Lanal Melonguane.

“Latihan berganda itu mulai dari kita persiapan, kemudian dilaut, menuju ke darat dan kemudian kita laksanakan penyelesaian sasaran. Jadi bukan hanya dilaut saja, di daratpun kita laksanakan latihan operasi,” ungkap Maftukin

Danlanal menjelaskan bahwa jenis senjata yang dipakai saat latihan adalah senjata organik / senjata pegangan, senjata persyaratan TNI AL yaitu senjata laras panjang SS2 buatan PT. Pindad Indonesia dengan Kaliber Munisi 5,56mm.

“Untuk jenis senjata, kita ada senjata organik senjata persyaratan yaitu senjata laras panjang. Untuk sekarang kita pakai SS2 buatan Pindad dan perunya adalah peluru Tajam, kualitas senjata buatan pindad itu sudah bagus”, kata Danlanal.

Setelah latihan diketahui dua penembak terbaik dengan nilai tertinggi 96 yaitu Kapten Laut PM Joni Demmadika (Dandem Pomal) dan Ignatius Ardyantoro, Klk Rjd. Selain dua Anggota tersebut ada tujuh anggota lainnya yang mendapat nilai diatas 90. Anggota-anggota tersebut mendapatkan reward dari Danlanal Melonguane.(fanly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.