Unsrat dan LPS Teken Nota Kesepahaman, Siap Danai Penelitian

Manado, SULUTREVIEW – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Kamis (1/2/2018) melakukan teken kerja sama yang dituangkan melalui Nota Kesepahaman.

Dalam kesempatan tersebut Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Ellen J Kumaat MSc DEA dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Halim Alamsyah sepakat untuk mengeksplore potensi dan keahlian mahasiswa maupun dosen.

Tak tanggung-tanggung, LPS bahkan berkomitmen untuk mendanai beasiswa dengan besaran Rp5 juta serta tahapan penelitian dengan nominal Rp50 jutaan.

“Kerja sama antara LPS dengan Unsrat ini untuk meningkatkan kualitas akademik. Di mana Unsrat sebagai gudang ilmu, yang memiliki orang-orang yang berpengetahuan dan ahli di bidangnya. Diharapkan dapat memberikan manfaat bahkan masukan strategis dalam konteks pengayaan LPS,” ungkap Halim sembari menambahkan bahwa poin penting yang dilakukan LPS, adalah melakukan sosialisasi sebagai otoritas pembinaan dan resolusi bank. Selanjutnya, memberikan masukan dan membantu dalam meningkatkan motivasi terkait tugas pokok LPS.

Lanjut kata Halim, mengacu Undang-undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan, mandat LPS bertambah. Terutama resolusi bank yang harus diikuti dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). “Hal itu diikuti dengan rekrutmen. Dan diharapkan ada dari Unsrat,” ujarnya.

Menariknya dari sisi pertumbuhan LPS berhasil menghimpun dana sebesar Rp83 triliun.

Sementara itu, kepada mahasiswa dan dosen, Halim menyampaikan kuliah umum yang membahas tentang perekonomian global. “Ekonomi global saat ini, penuh dengan ketidakpastian. Bahkan rentan dan kompleks. Karenanya sebagai ekonom harus peka menyikapinya.
Terutama berkaitan dengan relaksasi kebijakan moneter.

“Kita lihat secara global, ekonomi mengalami ketidakpastian. Tetapi kita harus optimis bahwa tahun ini hingga tahun depan, ekonomi akan membaik kendati banyak tantangan yang harus kita hadapi,” sebut Halim sembari menambahkan bahwa guncangan ekonomi harus disikapi dengan persiapan. Antara lain dengan mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“UMKM adalah ujung tombak perekonomian yang tahan terhadap gempuran. Hal inj harus terus didorong agar masyarakat mampu menciptakan peluang-peluang baru. Khususnya di era kemajuan pariwisata dewasa ini,” tukasnya.

Ditambahkannya, pertumbuhan ekonomi di Indonesia, diketahui paling buncit kalah dengan Malaysia dan Singapura.

“Vietnam juga mengalami pertumbuhan. Pembangunan infrastruktur jauh lebih cepat. Sehingga dalam kondisi ini, Indonesia tidak punya pilihan selain melakukan perbaikan. Dan masyarakat harus tetap tenang namun inovatif dalam menciptakan peluang di tengan generasi milenial yang semakin kompetitif,” tandasnya.

Selanjutnya, Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof Dr Ir Ellen J Kumaat MSc DEA memberikan apresiasi atas kunjungan tim LPS. Diharapkan menjadi pertemuan akan menjadi kesempatan bagi Unsrat untuk menempatkan lulusan terbaiknya di LPS.

“Mahasiswa harusnya merasa bangga dengan dilaksanakannya kuliah umum ini, Mudah-mudahan mahasiswa lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis bisa ikut bergabung di LPS,” tukasnya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.