Manado, Sulutreview.com — Terobosan baru di bidang kesehatan kembali lahir dari lingkungan akademis Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.
Lima mahasiswa Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA, berhasil memanfaatkan limbah sabut kelapa muda dan ekstrak daun kersen menjadi sediaan spray hydrogel untuk menyembuhkan luka diabetes atau ulkus diabetikum.
Riset yang merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) ini berlangsung sejak Mei hingga Agustus 2026 dan berhasil memperoleh pendanaan langsung dari Kemendiktisaintek.
Penelitian ini digagas sebagai solusi atas permasalahan ulkus diabetikum, yaitu salah satu komplikasi diabetes yang dikenal sangat sulit sembuh dan berisiko tinggi mengalami infeksi parah. Untuk mengatasi hal tersebut, tim peneliti menggabungkan keunggulan limbah sabut kelapa muda yang diolah menjadi nanoselulosa dengan khasiat penyembuhan dari daun kersen (Muntingia calabura L.).
Penggunaan sediaan berbentuk semprotan ini memberikan kemudahan aplikasi karena cairan hydrogel dapat menjangkau dan mengikuti bentuk luka secara merata. Dalam proses pengembangannya, tim menguji tiga variasi konsentrasi formula. Hasil uji fisik menunjukkan bahwa Formula 3 merupakan sediaan terbaik.
Pengujian lanjutan yang dilakukan pada hewan coba model diabetes selama 14 hari mencatatkan hasil yang sangat positif. Terjadi penurunan diameter luka yang signifikan, sehingga sediaan ini dinilai memiliki potensi besar sebagai terapi alternatif untuk mempercepat proses pemulihan penderita luka diabetes.
Inovasi ini tidak hanya menghadirkan solusi medis modern, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada Poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta Poin 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Ketua Tim Peneliti, Rafael Lanipi, menyampaikan motivasi utama di balik inovasi ini. “Kami ingin mengubah limbah sabut kelapa muda menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah melalui pengembangan nanoselulosa, kemudian mengombinasikannya dengan ekstrak daun kersen dalam bentuk spray hydrogel untuk mendukung terapi ulkus diabetikum. Kami berharap penelitian ini dapat terus dikembangkan hingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Rafael, Jumat (11/09/2026).
Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh dosen pendamping tim, Defny Silvia Wewengkang, SPIK., M.Sc., Ph.D. Beliau mengagumi ide kreatif dan pendekatan teknologi yang digunakan mahasiswa bimbingannya. “Penelitian ini memiliki nilai inovasi karena menggabungkan pemanfaatan limbah lokal dengan teknologi nanoselulosa dan sistem penghantaran spray hydrogel,” ungkap Defny.
Adapun tim peneliti muda di balik inovasi ini diketui oleh Rafael Lanipi dengan anggota Andini Khoiriyah, Haliza Anggraini Wonggo, Elisabeth Debora Pintaria Sinaga, dan Theophilus Poniton Daniel Halomoan Nainggolan.(hilda)






