Perangi Kekerasan Perempuan & Anak, Meiva Woran: jangan diam ketika melihat kekerasan. Jangan biarkan korban berjuang sendirian

BITUNG, Sulutreview.com — Isu kekerasan terhadap perempuan dan anak kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bitung untuk diperangi

Pemkot menegaskan, korban tidak boleh dibiarkan menghadapi persoalan seorang diri, sementara masyarakat diminta berani mencegah, melaporkan dan ikut mengawal setiap kasus kekerasan.

Pesan tegas itu mengemuka dalam kegiatan sosialisasi yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bitung di Ruang SH. Sarundajang, Rabu (26/8/2026).

Mengusung tema “Peran Masyarakat dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan” serta “Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender”, kegiatan ini bukan sekadar forum penyampaian materi. Pemkot Bitung mendorong agar edukasi tersebut benar-benar menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat.

Mewakili Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE., Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Drs. Jeffry Wowiling, M.Si., menyampaikan bahwa perlindungan perempuan dan anak membutuhkan keberanian serta kepedulian semua pihak.

“Ketika ada perempuan dan anak yang menjadi korban, jangan dibiarkan menghadapi persoalannya sendiri, tetapi harus mendapatkan pendampingan dan perlindungan,” tegas Jeffry saat membacakan sambutan Wali Kota.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa persoalan kekerasan tidak boleh dianggap sebagai urusan pribadi semata.

Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga keagamaan, organisasi perempuan, organisasi masyarakat dan warga memiliki tanggung jawab bersama untuk mencegah kekerasan sejak dini.

Tak kalah penting, respons cepat terhadap laporan menjadi salah satu kunci. Jangan sampai korban yang sudah mengalami kekerasan justru kembali menghadapi tekanan karena tidak mendapatkan pendampingan dan perlindungan yang memadai.

Kepala DP3A Kota Bitung Meiva Woran, SH., MH., bersama Sekretaris DP3A Grace Dengah, S.P., M.Si., dan jajaran turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Pokja I TP-PKK Kota Bitung Pdt. Ny. Norce Mose Mbae, S.Th., M.Pd., serta para pengurus organisasi perempuan.

Dua narasumber turut memberikan penguatan dalam kegiatan tersebut, yakni Gembala Fetrisia Yuliasanti Aling, M.Th., Sekretaris Majelis Pekerja Harian SAG Sulutteng, dan Lay Keke Marentek, M.Pd., M.Ed., Spec. Ed., dosen Universitas Negeri Manado.

Pemkot Bitung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program perlindungan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendampingan.

Meiva Woran SH MH usai kegiatan mengatakan bahwa dalam kegiatan ini pesannya sangat jelas. Bahwa jangan diam ketika melihat kekerasan. Jangan biarkan korban berjuang sendirian.

Sebab, menciptakan Bitung yang aman bagi perempuan dan anak bukan hanya pekerjaan pemerintah, tetapi membutuhkan keberanian seluruh masyarakat untuk peduli, mencegah, melapor dan melindungi.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *