Mitra, Sulutreview — Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara menggelar upacara bendera khidmat dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Bertindak selaku inspektur upacara, Bupati Minahasa Tenggara Ronald Kandoli. Kegiatan berlangsung di Lapangan Kantor DPRD Mitra.
Upacara dihadiri oleh Wakil Bupati Fredy Tuda, Ketua DPRD Chris Rumansi, SP, M.Si, perwakilan Forkopimda Minahasa Tenggara, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, seluruh Camat, serta Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkab Mitra.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan tema peringatan tahun ini: “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema tersebut dinilai sangat krusial dan visioner untuk menegaskan kembali fungsi utama Pancasila.
“Pancasila bukan sekadar simbol negara. Ia adalah roh spiritual, etika sosial, dan jangkar moral yang menyatukan keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan dari Sabang sampai Merauke, termasuk di Kabupaten Minahasa Tenggara.” ujar Bupati Ronald Kandoli
Bupati juga menyoroti dinamika sosial politik serta transformasi digital yang terjadi pada tahun 2026. Ia mengingatkan bahwa ancaman saat ini tidak lagi berupa agresi fisik, melainkan penetrasi ideologi yang terselubung.
“Tantangan yang kita hadapi kini berupa penyebaran berita bohong, radikalisme, serta polarisasi yang berpotensi memecah belah sendi-sendi kekeluargaan kita. Oleh karena itu, saya mengimbau seluruh jajaran birokrasi, aparatur pemerintah, dan segenap elemen masyarakat: senantiasa saring informasi, perkuat literasi digital, dan jadikan kelima sila Pancasila sebagai tameng utama kehidupan sehari-hari.” tandasnya.
(James)






