Manado, Sulutreview.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sukses melaksanakan Puncak Acara Urban Digifest X Sulut Coffee Fest 2026 di Manado pada Sabtu (15/8/2026).
Mengusung tema “Rupa Rasa Kawanua: Meracik Tradisi, Menyeduh Inovasi”, event tahunan ini menjadi wadah kolaborasi strategis antara BI, pemerintah daerah, sektor perbankan, hingga para pelaku ekonomi kreatif guna memperkuat ekosistem UMKM di Sulut.
Kepala KPw BI Sulut, Joko Supratikto, menyampaikan bahwa Urban Digifest merupakan flagship event tahunan yang telah digulirkan sejak 2019.
Pada penyelenggaraan tahun ini, ajang tersebut bersinergi langsung dengan Sulut Coffee Fest untuk mengangkat komoditas kopi sebagai simpul baru pertumbuhan ekonomi daerah.
”Pada momen Puncak Urban Digifest 2026, perjalanan tersebut ingin kami maknai melalui tiga hal utama, yaitu Urban Digifest sebagai ruang refleksi, bentuk apresiasi budaya dan tradisi, serta perayaan sinergi untuk ekonomi negeri,” ujar Joko saat memberikan sambutan penutup rangkaian acara puncak.
Ia menjelaskan bahwa rangkaian acara yang telah berlangsung sejak 12 Agustus hingga 16 Agustus 2026 ini berhasil mencatatkan dampak ekonomi yang signifikan.
Sebanyak 233 pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner kemasan, wastra, kerajinan, kopi, hingga pendukung desa wisata turut berpartisipasi. Hingga hari ketiga pelaksanaan, total nilai transaksi dari seluruh rangkaian acara, termasuk program road to dan onboarding digital, berhasil menembus angka Rp3.014.826.462 dengan jumlah kunjungan mencapai 42.082 orang.
Meski demikian, Joko menekankan bahwa keberhasilan ajang ini tidak hanya diukur dari besarnya nilai transaksi atau keramaian pengunjung. Evaluasi utama terletak pada sejauh mana kapasitas UMKM daerah dapat terakselerasi pasca-kegiatan berakhir.
”Refleksi kami tidak hanya berhenti pada capaian angka. Urban Digifest harus mampu menjawab pertanyaan yang lebih besar, apakah UMKM semakin naik kelas, akses pasar dan pembiayaan semakin terbuka, serta apakah digitalisasi semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di Sulawesi Utara. Ke depan, kami berharap keberhasilan acara ini tidak semata diukur dari ramainya kegiatan, tetapi dari dampak yang tetap hidup setelah kegiatan berakhir,” tandasnya.
Melalui integrasi Sulut Coffee Fest, komoditas kopi kini ditempatkan dalam sebuah ekosistem utuh yang menghubungkan petani lokal, pengolah, roastery, barista, hingga pelaku pariwisata. Selain itu, optimalisasi pembayaran via Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga terus didorong sebagai media transaksi utama selama pameran berlangsung guna mempercepat transformasi digital masyarakat.
Menutup pesannya, Joko menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Sulut beserta seluruh jajaran instansi terkait, perbankan, dan mitra strategis yang konsisten membangun kolaborasi.
Ia meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi nasional yang tangguh selalu berawal dari ketahanan ekonomi daerah yang solid.
Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Sulut, Reza Dotulung, menyampaikan bahwa digitalisasi kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan agar para pelaku usaha lokal dapat memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional.
“Pemprov Sulut berkomitmen untuk terus memfasilitasi peningkatan kualitas produk, akses pembiayaan, serta integrasi platform digital bagi pelaku UMKM di seluruh wilayah Sulawesi Utara,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya ajang Urban DigiFest 2026 sebagai ruang kolaborasi strategis yang menyatukan potensi seni budaya, kreativitas anak muda, dan inovasi teknologi.
“Melalui sinergi antara pemerintah, komunitas kreatif, dan sektor swasta, ekosistem digital daerah diharapkan terus berkembang pesat guna mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang inklusif dan berkelanjutan,” ucapnya.(hilda)






