Bitung, Sulutreview.com– Pemerintah Kota Bitung Sulawesi Utara (Sulut) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) telah resmi me-launching QRIS Pajak Bumi dan Bangunan dan Retribusi di salah satu Hotel ternama di Kota Bitung pada Selasa (11/08/2026).
Pada Launcing Qris yang digagas Bapenda Bitung yang dipimpin Theo Rorong SE langsung dihadiri oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Joko Supratikto, Wakil Pimpinan BNI Wilayah XL (Sulutengomalut) Jody Aditya Perdana, Kepala Branch Manager Bank SulutGo Kota Bitung James J. Lumintang, para Asisten I, II dan III Pemerintah Kota Bitung, kepala OPD di lingkungan Pemkot Bitung, para camat se-Kota Bitung serta para lurah.
Selain Launching Qris PBB dan Retribusi Bapenda juga melaksanakan High Level Meeting oleh Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta rapat evaluasi Pendapatan Asli Daerah.
Walikota sangat mengapresiasi gebrakan inovasi Kaban Bapenda Bitung Theo Rorong SE Pemerintah Kota Bitung terus mendorong transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan dan penerimaan daerah. .
Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bitung memperkuat Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah.
Dalam sambutannya, Hengky Honandar menegaskan bahwa tantangan digitalisasi ke depan akan semakin besar. Karena itu, dibutuhkan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kepala daerah, perangkat daerah, perbankan hingga masyarakat.
Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi harus menjadi instrumen untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, akuntabel dan efisien.
“Ke depan, tantangan digitalisasi tentu akan semakin besar. Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat implementasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah,” tegas Hengky.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bitung, Bapenda, Bank SulutGo dan seluruh pihak yang telah mendukung implementasi ETPD, termasuk pemanfaatan QRIS sebagai kanal pembayaran pajak dan retribusi daerah.
Menurut Hengky, peluncuran QRIS PBB-P2 menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital di Kota Bitung.
“Peluncuran QRIS pada hari ini merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital di Kota Bitung. Kami berharap implementasinya dapat terus diperluas sehingga semakin memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan dan retribusi daerah,” pungkasnya.(zet)






