Progres Terus Naik, Akhir Juli 2026 PAD Bitung Tembus 9.1 Miliar Naik 15.8 Persen dibanding Tahun 2025

Bitung, Sulutreview.com– Capaian Kerja Keras dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang dipimpin Jebolan Klabat University yaitu Bapak Theo Rorong SE terus menunjukan progres yang maksimal dan membanggakan.

Bayangkan saja, masih pada bulan Juli tahun 2026 realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sudah sentuh pada angka 9.1 miliar dengan prosentase capaian 15,8 persen dibandingkan periode yang sama pada Juli 2025.

Ini membuktikan bahwa sosok Kaban Bapenda Bitung Bpk Theo Rorong SE telah bekerja sangat maksimal sebagai penyanggah melemahnya Fiskal Daerah dalam memperkuat kemampuan keuangan daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar tidak bergantung sepenuhnya pada Pemerintah Pusat.

Racikan strategi jitu Theo Rorong ini penting untuk mengatasi tekanan anggaran dan mewujudkan kemandirian daerah. Khususnya di Pemerintahan Hengky Honandar SE dan Randito Maringka (HH-RM).

Lompatan-lompatan progres capaian PAD tersebut menjadi indikator positif upaya Pemerintah Kota Bitung dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber-sumber pendapatan daerah.

Theo Rorong SE kepada wartawan mengatakan, bahwa peningkatan PAD tersebut merupakan hasil kerja keras tim Bapeda juga sebagai komitmen yang kuat, tangguh dan presisi dalam memperkuat sistem pengelolaan pajak dan retribusi daerah, serta meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Kendati begitu, Theo menyampaikan terimah kasih kepada seluruh masyarakat Bitung dan jajaran wajib pajak lainnya yang kian mulai patuh, taat serta sadar dalam membayar kewajibannya kepada Negara melalui PAD idan retribusi lainnya.

“Hingga akhir Juli 2026, PAD Kota Bitung mengalami kenaikan sebesar Rp9,1 miliar atau sekitar 15,8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Ini merupakan capaian yang menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Bitung dalam mengelola penerimaan daerah secara optimal,” ujar Theo Rorong, Senin (3/8/2026)

Memang tak bisa dipungkiri salah satu strategi utama penguatan Fiskal yaitu peningkatan dalam optimalisasi PAD untuk Meningkatkan penerimaan pajak dan retribusi daerah serta memperluas basis ekonomi lokal. Selain itu peningkatan PAD, data Bapenda juga menunjukkan perkembangan positif pada sektor retribusi daerah.

Berdasarkan laporan Capaian Realisasi Retribusi Daerah Kota Bitung hingga 31 Juli 2026, total target retribusi sebesar Rp6,85 miliar telah terealisasi Rp2.676.693.795 atau mencapai 39,08 persen.

Kontributor terbesar berasal dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) melalui retribusi Perpanjangan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Dari target sebesar Rp 650 juta, realisasi telah mencapai Rp561,99 juta atau 86,46 persen, menjadikannya sektor dengan tingkat pencapaian tertinggi.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup mencatat realisasi retribusi pelayanan kebersihan sebesar Rp1,166 miliar dari target Rp2 miliar atau mencapai 58,31 persen.

Di sektor kesehatan, RSUD Pratama berhasil membukukan realisasi sebesar Rp12,507 juta dari target Rp17,82 juta, atau sekitar 70,19 persen.

Capaian tersebut menunjukkan pelayanan kesehatan juga memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah.

Untuk Dinas Perhubungan, realisasi retribusi berasal dari beberapa jenis layanan, yakni parkir tepi jalan umum, galangan kapal, dan jasa tambat perahu.

Dari total target sekitar Rp400 juta, realisasi mencapai lebih dari Rp158 juta, dengan kontribusi tambahan dari galangan kapal dan jasa tambat perahu.

Sementara itu, Dinas Perkimtan melalui retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) mencatat realisasi sebesar Rp625,9 juta dari target Rp3 miliar atau 20,86 persen.

Adapun Dinas Kesehatan memperoleh penerimaan dari pelayanan kesehatan puskesmas dan dana nonkapitasi JKN dengan total realisasi lebih dari Rp130 juta.

Berdasarkan komposisi realisasi retribusi hingga 31 Juli 2026, Disnaker menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 64,55 persen, disusul Dinas Lingkungan Hidup sebesar 13,67 persen, Dinas Perkimtan 7,59 persen, Dinas Kesehatan 4,76 persen, Dinas Perhubungan 3,07 persen, Bagian Umum 2,99 persen, dan RSUD Pratama 2,70 persen.

Theo Rorong mengatakan kendati sudah menunjukan progres peningkatan PAD, pihaknya tak mau jumawa untuk terlena akan hasil ini.

Melainkan akan terus berkomitmen untuk terus memacu kinerja untuk berupaya agar target PAD tahun 2026 ini bisa tercapai ataupun melampauinya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung pembangunan daerah dengan memenuhi kewajiban membayar pajak dan retribusi tepat waktu.

Penerimaan daerah yang meningkat akan berdampak langsung terhadap kemampuan pemerintah dalam membiayai berbagai program pembangunan, peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, sektor kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Bitung ini.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *