Bitung, Sulutreview.com– Tim Penilai Lomba-Lomba Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sangat apresiasi dengan Inovasi Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Dapur Adley dari TP PKK Kelurahan Batuputih Atas, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung tahun 2026 ini.
Betapa tidak. Saat Tim Penilai Provinsi Sulawesi Utara datang langsung melakukan penilaian terhadap kelompok UP2K yang mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, khususnya komoditas ikan tuna di Kelurahan Batuputih Atas, Pada Rabu 16 September 2026 sangat terpukau dengan kreativitas yang mengubah ikan Tuna menjadi makanan snack, bakso dan aneka makanan lainya yang sangat enak dan sudah dipasarkan beberapa tahun ini.
Tim penilai terdiri dari Dra. Mieke Tumbol selaku Kepala Bidang II PMD, dr. Ingrid Giroth selaku Ketua Pokja II TP PKK Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Betsy Kapugu selaku Wakil Ketua Pokja II TP PKK Provinsi Sulawesi Utara, serta Alfian, staf PKK Provinsi Sulawesi Utara.
Terpantau, Kedatangan tim didampingi Ketua Pokja II TP PKK Kota Bitung, Dra. Ny. Stela Wowiling–Mangkey, M.Si., bersama jajaran pengurus Pokja II TP PKK Kota Bitung. Turut hadir Staf Ahli Wali Kota Bidang kemasyarakatan Dr Jeffry Wowiling M.SI. Camat Ranowulu Fransisca Komaling selaku Ketua Pembina TP PKK Kecamatan Ranowulu, serta Ketua TP PKK Kecamatan Ranowulu Marselinus Hanny Karundeng.
Rombongan diterima Lurah Batuputih Atas bersama Ketua TP PKK Kelurahan Batuputih Atas, jajaran pengurus dan kader PKK.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kelurahan Batuputih Atas memaparkan pelaksanaan program UP2K melalui tayangan video yang memperlihatkan pengelolaan usaha, proses produksi, pengembangan produk hingga keterlibatan kelompok dalam mendorong peningkatan pendapatan keluarga.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah produk unggulan Amplang Tuna. Tidak berhenti pada produk utama, Kelompok UP2K Dapur Adley juga menunjukkan kreativitas dengan mengolah bahan sisa produksi menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Dari sisa daging tuna bahan amplang, kelompok mengembangkan Samosa Ikan Tuna dan Nugget Ikan Tuna. Sementara urat tuna yang tersisa dari proses produksi dimanfaatkan menjadi Bakso Urat Tuna.
Inovasi juga dilakukan terhadap minyak jelantah. Minyak sisa satu kali penggorengan amplang diolah menjadi sabun cuci organik, bahkan dikembangkan menjadi biodiesel untuk genset.
Beragam inovasi tersebut menunjukkan upaya kelompok dalam menerapkan prinsip pemanfaatan bahan secara maksimal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi keluarga.
Selain memamerkan produk, kelompok UP2K Dapur Adley turut menampilkan tautan pendaftaran melalui pemindaian barcode bagi kelompok pelaksana UP2K TP PKK Kelurahan Batuputih Atas.
Usai pemaparan, Tim Penilai Provinsi Sulawesi Utara melanjutkan tahapan penilaian dengan memeriksa administrasi dan dokumen pendukung, melakukan sesi tanya jawab, serta meninjau langsung proses produks
Penilaian mencakup kesesuaian administrasi, pengelolaan kelompok, pencatatan kegiatan usaha, pengembangan produk hingga penerapan inovasi dalam proses produksi.
Tim penilai juga melihat langsung proses pengolahan bahan baku tuna serta bagaimana bahan sisa produksi dimanfaatkan kembali menjadi produk pangan maupun nonpangan.
Bagi Kelompok UP2K Dapur Adley, penilaian tingkat provinsi ini menjadi momentum untuk menunjukkan potensi, kreativitas dan inovasi yang telah dikembangkan di tingkat kelurahan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang evaluasi dan pembinaan untuk memperkuat administrasi kelompok, meningkatkan kualitas produk, memperluas inovasi berbasis potensi lokal serta mendorong keberlanjutan usaha.
Dengan mengandalkan potensi lokal dan kreativitas kader, UP2K Dapur Adley diharapkan mampu terus berkembang sebagai wadah pemberdayaan ekonomi keluarga sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan dan kemandirian masyarakat di Kelurahan Batuputih Atas.(zet)






