Manado, Sulutreview.com — Perubahan cuaca yang tak menentu akhir-akhir ini membawa tantangan tersendiri bagi para pengendara sepeda motor. Salah satu kondisi ekstrem yang sering mengintai keselamatan di jalan adalah hembusan angin kencang.
Angin kencang berpotensi mengganggu keseimbangan motor secara mendadak dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas jika tidak diantisipasi dengan benar.
Menanggapi kondisi ini, main dealer Honda PT Daya Adicipta Wisesa (DAW) membagikan sejumlah langkah krusial agar para bikers tetap aman dan kendaraannya tetap stabil saat menerjang cuaca berangin lewat kampanye keselamatan #Cari_Aman.
5 Langkah Menjaga Keseimbangan Motor Saat Angin Kencang
- Kurangi Kecepatan Kendaraan
Laju kendaraan yang terlalu kencang akan membuat motor makin sulit dikendalikan saat diterjang angin dari samping (crosswind). Menurunkan kecepatan memberi Anda kontrol penuh untuk merespons terpaan angin. - Pegang Setang dengan Mantap namun Rileks
- Gunakan kedua tangan untuk menggenggam setang secara mantap.
- Pastikan posisi siku dan bahu tidak terlalu kaku agar tubuh bisa fleksibel meredam perubahan arah angin secara spontan.
- Perlebar Jarak Aman Antarkendaraan
Hembusan angin bisa membuat pengendara lain bergeser atau mengerem mendadak. Memberikan jarak ekstra di depan kendaraan memberi Anda ruang dan waktu henti yang cukup saat terjadi situasi darurat.
Ekstra Waspada di Area Terbuka dan Saat Menyalip Kendaraan Besar
Saat melintas di atas jembatan, area pesisir, atau jalanan tanpa penghalang, terpaan angin jauh lebih kuat. Begitu pula saat berada di samping bus atau truk besar, efek ruang hampa dan dorongan angin bisa mengoyak keseimbangan motor.
Hindari Membawa Muatan Berlebihan
Barang bawaan yang terlalu tinggi atau lebar bertindak seperti “layar” yang menyerap terpaan angin. Pastikan muatan diikat kencang dan tidak melebihi kapasitas standar kendaraan.
Adaptasi Gaya Berkendara dan Kesiapan Motor
Instruktur Safety Riding PT Daya Adicipta Wisesa, Andhika Reynold Salindeho, mengatakan bahwa cuaca memang tidak bisa dikendalikan, namun risiko kecelakaan sangat bisa ditekan melalui cara berkendara yang adaptif.
”Saat angin bertiup kencang, kurangi kecepatan, tingkatkan konsentrasi, jaga jarak aman, dan hindari manuver mendadak. Perilaku berkendara yang tenang dan terukur adalah kunci utama,” jelas Andhika.
Selain penyesuaian gaya berkendara, kelayakan fisik motor juga memegang peranan penting. Sebelum melakukan perjalanan, pastikan tekanan angin ban sesuai standar pabrikan agar traksi ke permukaan jalan tetap optimal, serta pastikan fungsi rem bekerja sempurna.
Pengendara juga diimbau untuk selalu mengenakan Perlengkapan Berkendara Lengkap (PBL) seperti helm berstandar SNI, jaket tebal, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu tertutup guna memberikan perlindungan maksimal di setiap perjalanan.(hilda)






