Meski Gejolak Demo Menerpa, PT Futay Tetap Peduli dengan Mengerahkan 1 Unit Damkar di Kebakaran Tanjung Merah

Bitung, Sulutreview.com– Kendati diterpa gejolak demo warga di Kelurahan Tanjung Merah. Akan tetapi PT Futay tetap menununjukan sikap sense of crisis yang tinggi untuk peka dan peduli terhadap warga sekitarnya.

Hal ini dibuktikan dengan adanya kebakaran 1 rumah warga di Kelurahan Tanjung Merah, dimana pihak PT Futay langsung gerak cepat mengeluarkan 1 unit kendaraan Damkarnya untuk membantu pengendalian api bersama pihak Warga sekitar dan pihak mobil Damkar milik Pemkot Bitung.

Dimana saat api melalap, sebuah rumah milik keluarga Vandiest-Sendow di Lingkungan II, Kelurahan Tanjung Merah, Senin (29/6/2026) dini hari, Damkar PT Futay langsung dan sejumlah karyawannya langsung gercep all out melakukan tindakan penyiraman.

Terlihat, Warga bersama tim pemadam kebakaran milik PT Futay bahu-membahu melakukan pemadaman sebelum armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bitung tiba di lokasi.

perwakilan Manager PT Futay Mr Zang membenarkan akan kepeduliannya terhadap kebakaran. Menurutnya tidak ada amarah atau dendam sedikitpun bagi pihaknya kepada warga Tanjung Merah meski ada gejolak demo.

“Bagi kami warga Tanjung Merah tetap menjadi bagian keluarga kami. Dan ketika ada kejadian seperti ini kami harus menjadi Garda terdepan mengambil.langkah seribu dengan mengerahkan bantuan semampu kami untuk membantu warga yang ditimpa bencana seperti saat ini kebakaran,” aku Mr Zang.

Sementara itu, secara terpisah Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bitung, Rudy Ponamon, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran melalui layanan darurat 112 sekitar pukul 01.02 Wita.

Tak butuh waktu lama, tiga unit armada pemadam langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

“Kami mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran setelah menerima laporan. Selain itu, satu unit mobil pemadam milik PT Futai juga ikut membantu proses pemadaman,” kata Rudy.

Menurut Rudy, tim pemadam PT Futai justru menjadi yang pertama melakukan penanganan di lokasi sebelum armada Damkar Pemerintah Kota Bitung tiba.

“Mobil pemadam milik PT Futay sudah lebih dulu berada di lokasi dan langsung melakukan upaya-upaya pemadaman. Saat armada kami tiba, mereka sudah membantu mengendalikan kobaran api sehingga proses penanganan bisa lebih cepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, armada Damkar Kota Bitung tiba sekitar pukul 01.09 Wita. Saat itu api masih berkobar dan petugas bersama warga serta tim pemadam PT Futai langsung melakukan pemadaman secara terpadu.

“Setelah hampir 40 menit berjibaku melawan api, kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.45 Wita. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan hingga pukul 02.10 Wita untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan,” ungkapnya.

Diketahui, rumah milik keluarga Vandiest-Sendow dan keluarga Dave Vandiest yang dihuni empat orang mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut. Kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp70 juta, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Sementara itu, Lurah Tanjung Merah Bartje Ticoalu membenarkan akan kebakaran tersebut. Menurutnya dalam kebakaran beruntung tidak ada korban jiwa. Sebab saat kebakaran rumah dalam keadaan kosong.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *