Tahuna, Sulutreview.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna bergerak cepat melakukan percepatan penormalan sistem kelistrikan di wilayah Kepulauan Sangihe pascagempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang daerah tersebut. Upaya ini dilakukan secara paralel dengan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak di wilayah kepulauan terluar.
Selain fokus pada pemulihan jaringan listrik yang sempat terganggu, PLN juga menyalurkan bantuan logistik berupa 192 paket sembako, 384 butir telur, dan 160 paket makanan ringan kepada warga di Desa Matutuang, Desa Kawio, dan Desa Marore. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang tengah berada dalam masa pemulihan pascabencana.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan bahwa kehadiran PLN di lokasi terdampak tidak hanya berfokus pada aspek teknis kelistrikan, tetapi juga pada tanggung jawab kemanusiaan.
“PLN tidak hanya berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah kepulauan terluar seperti Sangihe yang aksesnya menantang pascabencana. Kehadiran PLN di tengah masyarakat terdampak gempa merupakan wujud nyata dari sila kedua dan kelima Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” ujar Usman Bangun.
Ia menambahkan bahwa tim teknis PLN terus bersiaga selama 24 jam untuk mempercepat pemulihan infrastruktur kelistrikan agar aktivitas masyarakat dan layanan publik dapat segera kembali normal.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Tahuna, RM Dimas Adhi Prabowo, menyampaikan bahwa momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat penting bagi seluruh insan PLN untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Momentum Hari Lahir Pancasila menjadi kompas moral bagi kami bahwa kehadiran PLN tidak hanya sebatas memastikan listrik tetap menyala, tetapi juga memastikan api kepedulian dan semangat gotong royong terus hidup di tengah masyarakat. Melalui bantuan yang kami bawa langsung ke pulau-pulau terluar ini, kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi,” kata Dimas.
Dukungan PLN juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kepala BPBD Sangihe, Wandu C.C. Labesi, S.Sos, menyampaikan terima kasih atas respons cepat PLN dalam membantu masyarakat terdampak.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PLN atas kepedulian dan kontribusi nyatanya dalam membantu masyarakat terdampak gempa bumi. Bantuan logistik ini sangat berarti bagi warga kami yang sedang menjalani masa pemulihan di tenda-tenda darurat. Kehadiran PLN sangat luar biasa; tidak hanya sigap memulihkan jaringan listrik, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan,” ungkap Wandu.
PLN menyatakan bahwa upaya pemulihan kelistrikan dan bantuan sosial akan terus dilakukan hingga kondisi di wilayah terdampak benar-benar pulih, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penanganan pascabencana secara menyeluruh.(hilda)












