Bolmong, Sulutreview.com – PT PLN (Persero) menyatakan perannya di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjaga keandalan pasokan listrik, melainkan juga hadir sebagai mitra sosial yang responsif di masa krisis.
Komitmen kemanusiaan ini ditegaskan langsung oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menyusul bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik dan mengerahkan personel untuk mempercepat pemulihan warga terdampak di Desa Solimandungan I dan Desa Solimandungan II, Kecamatan Bolaang.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menggarisbawahi bahwa keselamatan dan pemulihan psikologis masyarakat merupakan prioritas utama PLN saat terjadi bencana alam. Hujan ekstrem sepekan terakhir memicu luapan Sungai Botuk yang merendam ratusan rumah dan fasilitas publik setinggi 1 hingga 1,5 meter.
”Kami di PLN berkomitmen penuh untuk tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga hadir secara kemanusiaan. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami saat banjir melanda, dan pascabencana fokus kami adalah membantu warga kembali bangkit,” ujar Usman Bangun.
Usman menambahkan, aksi tanggap darurat melalui program TJSL ini dirancang untuk langsung menyasar kebutuhan paling mendasar dari para korban banjir.
”Melalui program TJSL ini, kami berharap bantuan yang disalurkan dapat mempercepat pemulihan psikologis dan pemenuhan kebutuhan logistik dasar warga di Bolaang Mongondow,” ungkapnya.
Sinergi dan Aksi Nyata di Lapangan
Menerjemahkan instruksi dari UID Suluttenggo, manajemen PLN UP3 Kotamobagu bersama PLN ULP Inobonto, Srikandi PLN, dan Persatuan Istri Karyawan Karyawati (PIKK) turun langsung ke lokasi bencana.
Untuk memastikan pemulihan berjalan optimal, PLN menyalurkan bantuan logistik strategis yang terdiri dari, 150 paket sembako, 150 kardus air mineral, 50 unit kasur, 50 lembar tikar dan 2 unit tandon air bersih.
Selain bantuan materi, Manager PLN UP3 Kotamobagu, Reki Wowiling, menjelaskan bahwa petugas di lapangan bergerak cepat mengamankan jaringan listrik lewat pemadaman darurat demi menghindari bahaya sengatan arus listrik.
Setelah situasi aman, keluarga besar PLN bersama tenaga alih daya bergotong-royong bersama warga membersihkan sisa lumpur dan material kayu di pemukiman serta fasilitas umum, seperti Masjid An-Nur dan SDN 2 Solimandungan II.
Apresiasi Tinggi dari Pemerintah Daerah
Langkah taktis dan kepedulian yang diinstruksikan oleh manajemen PLN ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow.
Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bolmong, Renti Mokoginta, S.Pd., MAP, memuji sinergi kuat yang ditunjukkan oleh PLN.
”Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada PLN yang telah menunjukkan kepedulian nyata. Sinergi ini membuktikan bahwa penanganan bencana memerlukan kolaborasi erat multi-pihak agar masyarakat terdampak bisa segera pulih,” kata Renti.
Senada dengan itu, Camat Bolaang, Ninik Kusrini Tohis, S.Ik, mengakui kehadiran fisik petugas PLN sejak hari pertama sangat meringankan beban warganya. Ungkapan haru juga datang dari Yusran Paputungan, salah satu warga Desa Komangaan yang kehilangan banyak harta benda akibat hanyut terbawa arus.
Penyerahan bantuan ini turut disaksikan oleh jajaran Pemkab Bolmong, mulai dari Asisten II dan III, Kepala BPBD, Kepala Dinas Sosial, hingga pemerintah desa setempat. Aksi nyata ini menjadi bukti komitmen PLN UID Suluttenggo di bawah kepemimpinan Usman Bangun untuk terus mengawal pemulihan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat Bolmong hingga kembali normal.(hilda)













