Manado, Sulutreview.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut), memberikan perhatian serius dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif di tingkat internasional.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus secara resmi melepas 15 generasi muda berbakat untuk mengikuti program magang di Fukuoka, Jepang.
Acara pelepasan yang digelar di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado ini, menjadi tonggak awal perjalanan para peserta yang telah melalui proses seleksi ketat.
Mereka merupakan bagian dari 250 peserta pelatihan periode 2025–2026 yang difasilitasi melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan PT Indonesia Nippon Anugerah.
Gubernur Yulius mengatakan bahwa para peserta membawa tanggung jawab besar sebagai representasi daerah di luar negeri. Ia mengingatkan pentingnya menjaga sikap profesional, disiplin, serta mampu beradaptasi dengan budaya baru.
“Bukan hanya untuk bekerja, tetapi kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk belajar dan berkembang. Tunjukkan bahwa generasi Sulawesi Utara mampu bersaing dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Permintaan tenaga kerja ke Jepang, diketahui cukup tinggi. Sehingga ini menjadi tantangan untuk meningkatkan kualitas.
Sejak 2023, Jepang membuka peluang besar bagi tenaga kerja dari Sulut dengan kebutuhan mencapai sekitar 2.000 orang setiap tahun. Namun, kesiapan keterampilan dan mental menjadi faktor penentu utama keberhasilan program ini.
Data menunjukkan perkembangan positif:
- 2023: 270 dari 321 peserta berhasil diberangkatkan
- 2024: 107 peserta telah berangkat dari total 364 peserta pelatihan
- 2025–2026: 48 peserta lolos tahap wawancara, dan 15 diberangkatkan pada tahap awal
Program ini tidak hanya menekankan kemampuan teknis, tetapi juga pembekalan bahasa dan budaya Jepang secara intensif.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Pendidikan Daerah Sulut, termasuk Femmy J. Suluh, atas kontribusinya dalam membina peserta.
Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen memperluas kerja sama internasional serta meningkatkan kualitas pelatihan. Para peserta yang kembali nantinya diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah dengan membawa pengalaman dan wawasan global.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa investasi pada generasi muda adalah langkah strategis untuk masa depan daerah yang lebih maju dan berdaya saing.(hilda)













