Bitung, Sulutreview.com– Gempa tektonik 7.6 SR yang mengguncang Kota Bitung Kamis (02/03/2026) Sulawesi Utara menyita perhatian Nasional.
Tak tanggung-tanggung Gempa di Bitung ini sampai ke telinga Presiden RI Prabowo Subianto.
Presiden pun langsung memberikan atensi khusus terhadap Gempa di yang terjadi di Kota Bitung lewat laporan yang telah diterima.
Tak hanya Kota Bitung yang di atensi Presiden Prabowo Subianto tapi juga atensi khusus juga di Kota Ternate yang merupakan titik goncangan gempa.
Atensi dari Presiden Prabowo ini, terungkap pada penyampaian Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya sebagaimana dilansir di Tempo.co.
Let Kol Teddy mengatakan bahwa Pak Presiden telah memantau situasi sejak awal. Presiden sudah mendapatkan informasi dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengenai gempa yang mengguncang Sulawesi Utara hingga Maluku Utara itu. “Terutama di Kota Bitung dan Kota Ternate, serta pulau Batang Dua,” katanya.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak kembali ke bangunan yang terdampak sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman. “Kepala BNPB sudah mengimbau agar warga tidak beraktivitas kembali di gedung yang terdampak,” kata Teddy.
Sementara itu Walikota Bitung Hengky Honandar SE langsung menginstrusikan kepada seluruh Camat agar dapat monitor wilayah masing-masing identifikasi jika ada rumah ataupun lainya terkait kerusakan dan laporkan ke posko BPBD.
Selain itu pasca gempa Pihak Pusat yang dipimpin Menko PMK, Kepala BNPB dan Basarnas serta Gubernur Sulut dan Walikota Bitung serta Kepala BPD Bitung Fivy Kadeke mengikuti Rakor Nasional secara zoom terkait Gempa di Bitung.
Alhasil ada enam poin langkah-langkah tanggap darurat dalam rakornas tersebut yaitu.
Pertama. segera tetapkan status tanggap darurat untuk Kabupaten/Kota yang terdampak.
Kedua Aktivasi Pos Komando Tanggap Darurat di Kab/Kota Terdampak untuk memudahkan koordinasi pendataan dampak pencarian dan Pertolongan dan penanganan pengungsi (jika diperlukan)
Ketiga Bersama Kementrian atau dinas PU/Perkim setempat segera lakukan asesment kelaikan bangunan khususnya fasilitas publik perkantoran fasilitas sosial (Rumah Ibadah) Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan
Keempat. Kepada masyarakat segera laporkan kerusakan rumah serta dokumentasi kerusakan kepada BPBD setempat atau kepada aparat desa/Lurah setempat untuk pendataan kerugian dan penggantian kerusakan.
Kelima. Basarnas TNI/Polri agar mengoptimal upaya pencarian dan pertolongan BNPB akan memberikan dukungan operasional sesuai dinamika dan kebutuhan dilapangan.
Keenam. Pemerintah Daerah agar segera melakukan pendataan kebutuhan permakanan dan non permakanan untuk optimalisasi penanganan pengungsi.
Walikota Hengky Honandar meminta para Camat, segera monitor wilayah masing-masing identifikasi jika ada rumah ataupun lainya terkait kerusakan dan laporkan ke posko BPBD.
Sebelummya pada siang tadi, jajaran Kepolisian Polres Bitung di Pimpin Kapolres AKBP Albert Zai langsung gerak cepat melakukan evakuasi beberapa rumah yang terdampak di wilayah Kecamatan Girian dan Matuari.
Secara terpisah, Kepala BPBD Bitung Fivy Kadeke didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Denny Mantow mengatakan bahwa dari data sementara jumlah kerusakan di Kota Bitung ada 21, yang tergabung rumah ibadah, perkantoran dan rumah penduduk.(zet/*)













