Jalan Ujung Pinasungkulan Retak Mulai Ambruk, Yosef Katopo & MSM Sampaikan Hal Ini

Bitung, Sulutreview.com– Jalan di ujung Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu kian retak dan mulai ambruk di bibir jalan sejak sebelum perayaan Idul Fitri.

Kuat dugaan retaknya jalan dan mulai ambruk di jalan ujung dekat perbatasan dengan Desa Rinondoran Minahasa Utara (Mnut) akibat cuaca hujan yang menggenangi wilayah jalan karena adanya drainase yang terhalangi batu.

Selain itu warga menduga adanya getaran-getaran blasting oleh Perusahaan tambang MSM di dekat jalan tersebut sehingga berpengaruh pada jalan tersebut.

“Ya mungkin saja salah satu faktor adalah getaran bom blasting dari aktivitas tambang MSM sehingga mengakibatkan struktur tanah bergoyang goyang hingga melorot menganggu jalan di ujung Pinasungkulan,” ujar warga Pinasungkulan yang meminta namanya disimpan.

Terbaru pada Kamis (26/03/2026) pantauan memang aparat keamanan dan dipimpin Kapolsek AKP Teguh Pambudi S.Sos dan TNI terlihat melakukan pengamanan di jalan yang retak tersebut.

“Ya sejak kejadian sekira 16 Maret lalu kami langsung melakukan pengamanan agar jangan sampai kendaraan alat berat melewat jalan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu anggota DPRD Bitung Dapil Matuari-Ranowulu yang sangat responsif terhadap masalah masyarakat yang merupakan kader militan PDI Perjuangan yaitu Bapak Yosef Katopo mengatakan soal jalan tersebut sudah dirapatkan dengan pihak camat dan balai jalan.

“Untuk gejolak adanya penolakan masyarakat terkait pengalihan jalan sementara memang ada pro dan kontra,” kata Yosef.

Akan tetapi klimaks dari gejolak warga ini, intinya hanya satu solusinya yaitu PT MSM/TTN segera bayar keseluruhan tanah di wilayah Pinasungkulan pasti sudah tak ada lagi gejolak warga.

“Untuk jalan, bagi saya dikarenakan drainase yang buruk karena ada batu yang menghalangi arus air mengalir sehingga bisa saja air tergenang dan membuat jalan itu retak dan mulai ambruk dan semuanya tergantung Pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu pihak Presdir PT MSM/TTN Mr David Sompie melalui Humas Sinyo Rumondor mengatakan soal jalan yang retak, pihaknya membenarkannya namun untuk saat ini kendaraan alat berat dari PT MSM sudah tidak melewati disitu.

“Saat ini kan sudah ada pengamanan di area jalan rusak tersebut. Agar menjaga jangan sampai ada kendaraan alat besar yang menerobos,” kata Inyo sapaan akrabnya.

Mantan jurnalis handal TV Manado di era tahun 2000-an ini menambahkan bahwa dalam perbaikan jalan tersebut itu gawean pemerintah pusat.

“Saya tahu pihak Pemerintah setempat sudah merapatkan hal itu dengan Balai Jalan untuk mencari solusi terhadap jalan yang rusak tersebut. Intinya jika Pemerintah mengajukan permohonan bantuan kami PT MSM akan pasti membantu,” pungkasnya.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *