Jakarta, Sulutreview.com – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BEI: BDMN), bakal mengumumkan rencana perubahan susunan pengurus perusahaan yang akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 31 Maret 2026 mendatang.
Langkah ini merupakan bagian dari agenda tata kelola perusahaan yang akan dimintakan persetujuan para pemegang saham.
Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa Direktur Utama Daisuke Ejima, Wakil Direktur Utama Honggo Widjojo Kangmasto, serta Komisaris Nobuya Kawasaki akan menyelesaikan masa jabatan mereka pada saat penutupan RUPST mendatang.
Seiring dengan perubahan tersebut, perusahaan juga mengusulkan Nobuya Kawasaki untuk menempati posisi Direktur Utama Danamon menggantikan Daisuke Ejima. Penunjukan tersebut masih menunggu persetujuan resmi dari para pemegang saham dalam RUPST.
Manajemen Danamon menyampaikan bahwa rincian lengkap terkait agenda rapat, termasuk pembahasan mengenai perubahan susunan pengurus, akan diumumkan bersamaan dengan pemanggilan resmi RUPST yang dijadwalkan pada 9 Maret 2026.
Latar Belakang Nobuya Kawasaki
Nobuya Kawasaki saat ini menjabat sebagai Chief Executive for Asia Pacific sekaligus Managing Executive Officer di MUFG Bank Ltd sejak April 2025.
Selain itu, ia juga memegang sejumlah posisi strategis sebagai direktur di beberapa perusahaan teknologi finansial, antara lain Ascend Money, Globe Fintech Innovations Inc, serta Silvrr Technology Co Ltd.
Kawasaki memiliki pengalaman panjang di industri perbankan global dengan masa karier lebih dari dua dekade di MUFG Bank. Selama perjalanan kariernya, ia dikenal memiliki keahlian di bidang merger dan akuisisi (M&A) serta investasi perbankan.
Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur di Security Bank Corporation pada periode April 2023 hingga Mei 2025. Di MUFG Bank sendiri, ia pernah menduduki sejumlah posisi penting, termasuk Executive Officer sekaligus Deputy Group Head of Global Commercial Banking Business Group serta Head of Global Commercial Banking Planning Division yang bertanggung jawab atas pengembangan dan pelaksanaan berbagai inisiatif strategis.
Karier internasional Kawasaki juga mencakup penugasan di Singapura sebagai Managing Director of Planning Division for Asia & Oceania MUFG Bank. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Managing Director dan Vice President di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities di Jepang.
Pada tahap awal kariernya, Kawasaki turut menjadi anggota pendiri Divisi Manajemen Portofolio Kredit di Bank of Tokyo-Mitsubishi Ltd serta menangani bisnis sekuritisasi di Mitsubishi Securities.
Dari sisi pendidikan, Kawasaki meraih gelar Sarjana Teknik Mesin pada 1995 dan Magister Teknik Mesin pada 1997 dari Keio University di Jepang. Dengan pengalaman internasional yang luas di sektor perbankan dan keuangan, ia dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin Danamon dalam memperkuat strategi bisnis dan ekspansi perusahaan ke depan.
Pada tahun 2025, PT Bank Danamon Indonesia Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang positif dengan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp4 triliun. Capaian tersebut meningkat sekitar 14 persen dibandingkan dengan perolehan pada tahun sebelumnya.
Dari sisi penyaluran pembiayaan, total kredit dan trade finance secara konsolidasian mencapai Rp212,7 triliun hingga 31 Desember 2025, atau mengalami pertumbuhan sekitar 9 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukkan peningkatan signifikan, yakni naik 16 persen secara tahunan menjadi Rp176,9 triliun.
Kondisi permodalan dan likuiditas perusahaan tetap berada pada level yang solid. Hal ini tercermin dari rasio kecukupan modal (KPMM) yang berada di level 25,4 persen. Selain itu, rasio cakupan likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) tercatat sebesar 158,9 persen, serta rasio pendanaan stabil bersih (Net Stable Funding Ratio/NSFR) mencapai 117,9 persen, yang menunjukkan posisi likuiditas dan struktur pendanaan perusahaan tetap kuat.(hilda)













