Dihadiri Kepala Kecamatan Franky Ngongoloy, Ibadah Menyambut Natal Oikumene Desa Wongkai Satu Sukses Digelar

Dihadiri Kepala Kecamatan Franky Ngongoloy, Ibadah Menyambut Natal Oikumene Desa Wongkai Satu Sukses Digelar

Mitra, Sulutreview – Berlangsung dengan suasana hikmat dan penuh kebersamaan, ibadah menyambut Natal Oikumene Desa Wongkai Satu, Kecamatan Ratahan Timur, Minahasa Tenggara, digelar di GMIM Nazareth pada Selasa (2/12/2025).

Acara dibuka dengan puji-pujian Natal yang merdu, diikuti oleh momen spesial pemasangan lilin Natal secara bersama-sama oleh pemerintah desa, masyarakat, dan para undangan yang hadir. Pendeta Vonny Oroh MTh menjadi kadim dan membaca Firman Tuhan dari Matius 1 ayat 18-25, yang mengisahkan kelahiran Yesus Kristus.

Dalam khotbahnya, pendeta menekankan bahwa setiap bulan Desember, ibadah oikumene menjadi jembatan untuk pemerintah, masyarakat, dan gereja menghayati kehadiran Tuhan. “Kita diberkati sekali karena Tuhan selalu menyertakan kita dalam setiap langkahnya,” ujarnya. Dia juga mengingatkan dua hal krusial dalam kekristenan: persiapan menyambut Natal 25 Desember dan persiapan kedatangan Yesus kembali sebagai hakim yang adil.

“Trend sekarang banyak yang membuat persiapan Natal jadi hal yang konsumtif dan tidak berfaedah. Padahal yang sebenarnya perlu disiapkan adalah hati. Bereskan kemarahan, bertobat, dan buka hati untuk mengampuni,” jelas pendeta. Ia menekankan pesan malaikat kepada Yusuf: “Jangan takut, karena Tuhan sang Imanuel adalah Bapa yang perkasa dan raja damai; saat ada tantangan, percayakan pada Dia yang sanggup memulihkan.”

Kepala Kecamatan Ratahan Timur Franky Ngongoloy ST menyampaikan sambutan pemerintah, menyatakan bahwa Desa Wongkai Raya secara umum siap menyambut Natal. Dia memuji kerajinan warga dari usia muda sampai tua: “Rayakan dengan apa yang ada di tangan kita, gunakan waktu dengan baik, jangan jadi pemalas. Budaya kita jangan sampai terkikis oleh budaya luar yang tidak sesuai nilai kita.” Ia juga meminta pemerintah desa membuat Peraturan Desa (Perdes) untuk melindungi kearifan lokal terkait komoditi hasil pertanian.

Dalam momen yang sama, Hukum Tua Desa Wongkai Satu Eiler Antou menambahkan bahwa ibadah oikumene ini bukan cuma sebatas seremonial, tapi juga upaya untuk menyatukan hati seluruh warga dan menjaga nilai-nilai yang sesuai dengan ajaran Firman Tuhan.

“Natal sebagai momen kelahiran Tuhan Yesus yang penuh cinta harus jadi kesempatan untuk mempererat ikatan, bukan cuma berbelanja barang-barang yang tidak perlu. Kita harus menerima pesan damai dari Yesus Kristus sang raja damai.” Tukasnya.

Menambah kehangatan acara, dalam momentum tersebut juga sejumlah bingkisan Natal dibagikan oleh pemerintah Desa Wongkai Satu. Bingkisan diberikan sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan dalam menyambut Natal Yesus Kristus menunjukan bahwa kasih sayang tidak hanya terucap dalam kata-kata, tapi juga dalam tindakan nyata.

Ketua BPD Wongkai Satu Herri Sualang menutup dengan ucapan terimakasih kepada semua undangan yang sudah berkesempatan untuk hadir.

Turut hadir dalam acara tersebut Pemerintah dan BPD Desa Wongkai, Hukum Tua Royke Ponggohong, BAMAG Desa Wongkai Raya, Pemerintah Desa dan BPD Wongkai Satu, masyarakat, serta para undangan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *