LIDEM Sulut 2025, Gubernur Yulius Selvanus Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis

Gubernur saat membuka LIDEM Sulut 2025. Ist

Manado, Sulutreview.com – Ajang Liga Debat MahasiswaSulawesi Utara (LIDEM Sulut) 2025, menjadi kompetisi bagi mahasiswa untuk menakar kapasitas serta kualitas cara berpikir di atas rata-rata.

Menurut Gubernur Sulut Yulius Selvanus, sebagai generasi pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa, sudah sepatutnya bagi mahasiswa untuk memiliki pola pikir atau ide cemerlang.

“Kemampuan berpikir kritis sangat penting, juga berdialog dan berargumentasi. Terutama dalam menyampaikan gagasan konstruktif, yang tentunya searah dan relevan dengan pembangunan daerah,” ucap Gubernur Yulius saat hadir di kegiatan LIDEM Sulut 2025 yang dilaksanakan di Hotel Luwansa Manado, pada Kamis (27/11/2025).

Kompetisi yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dan Universitas Negeri Manado (Unima) ini bertema Menenun Masa Depan Ekonomi Biru dan Hijau: Peran Mahasiswa Sulawesi Utara dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan.

Menurut gubernur, mahasiswa merupakan motor penggerak dalam kehidupan sosial, berbangsa dan bertanah air, sehingga ide-ide segar dan inovatif akan membawa perubahan bagi negeri ini.

“Kelangsungan pembangunan di daerah tidak lepas dari peran dan sentuhan generasi muda. Demikian juga dengan masa depan Sulawesi Utara, berada di tangan generasi muda,” ungkap gubernur.

Gubernur juga menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Untuk itu, generasi muda harus fokus pada riset dan penelitian. Baik di sektor energi terbarukan, kelautan, pariwisata berkelanjutan hingga tata kelola sumber daya alam.

“Liga Debat Mahasiswa ini. bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi menjadi alat diagnosis bagi pemerintah dalam menangkap potensi serta perspektif kritis generasi muda sehingga mampu merumuskan kebijakan,” tandasnya.

Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., menambahkan kegiatan LIDEM seperti ini, merupakan wadah ideal untuk mahasiswa dalam melatih berpikir kritis dan memiliki tanggung jawab.

“Ajang debat seperti ini, akan melatih mahasiswa menjadi problem solver, yang mampu mengembangkan ide konkret bagi pembangunan daerah,” jelas rektor.

Ia juga berharap melalui LIDEM, akan tumbuh generasi muda yang siap menjadi pemimpin masa depan, yang mampu menawarkan solusi nyata, bahkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan visi Ekonomi Biru dan Hijau. Di mana ekonomi biru, artinya memanfaatkan sumber daya kelautan secara berkelanjutan dan selaras dengan potensi maritim. Sedangkan ekonomi hijau adalah upaya pembangunan yang mengutamakan kelestarian lingkungan.

Ketua Panitia Putri Silaban merinci, LIDEM diikuti 25 mahasiswa dari berbagai kampus di Sulut. Tercatat sebanyak 16 peserta berhasil lolos melaju ke babak selanjutnya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *