Dorong Siswa Jadi Petarung, Gubernur Kisahkan Perjuangan Jadi Prajurit Militer

Gubernur Yulius Selvanus saat berdialog dengan siswa SMK 8 Manado. Foto:Hilda

Manado, Sulutreview.com – Ajang agenda penutupan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Expo yang dilaksanakan di Kawasan Pohon Kasih Mega Mas Manado, baru-baru ini menjadi momen bagi Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus untuk mengisahkan perjuangannya sehingga menjadi seorang prajurit.

Menurutnya, sebagai anak seorang tentara yang berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu) di jajaran Bintara TNI, Yulius kerap bertanya kepada ayah tercinta bagaimana caranya agar supaya dapat menjadi petinggi di TNI.

Sang ayahanda menyampaikan bahwa salah satu cara adalah masuk dalam Akademi militer.

Mendengar hal tersebut, Yulius yang telah menyelesaikan studi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 38 Jakarta pada tahun 1983, memberanikan diri untuk mengikuti seleksi. Alhasil pada tahun itu, ia dinyatakan gagal.

Tak putus asa, di tahun berikutnya, ia berupaya untuk mempersiapkan semuanya dengan lebih baik lagi, sampai kemudian diyatakan lolos tapi tidak lulus, dengan pilihan untuk mengikuti latihan seperti halnya pendidikan militer. Dan pada tahun ketiga itu saat mencoba kembali Yulius berhasil menembus proses seleksi.

Jiwa petarung untuk meraih sukses, telah ada sejak masa remajanya, yang kemudian terus diasah.

Yulius bercerita bahwa tiga kali berusaha masuk Akademi Militer, telah menjadikannya sebagai pribadi yang memiliki karakter berani mencoba tanpa takut gagal. Sebab, pikirnya kalau pada waktu itu ia menyerah mungkin tidak akan pernah ada cerita di masa ini.

“Saya berharap adik-adik pelajar SMK jangan takut gagal sebelum mencoba. Karena dari kegagalan adalah jembatan menuju sukses,” tukasnya pada penutupan SMK Expo pada Jumat (21/11/2025).

Pada acara penutupan SMK Expo tersebut, Gubernur Yulius juga menegaskan pentingnya pendidikan vokasi. Ia mengatakan bahwa SMK berperan besar dalam menyiapkan siswa yang terampil, kreatif, dan siap bersaing di dunia kerja maupun usaha.

Ia mengapresiasi berbagai karya yang ditampilkan dalam SMK Expo, mulai dari teknologi, kuliner, hingga proyek kewirausahaan. Gubernur juga meninjau langsung booth pameran dan berdialog dengan siswa serta guru.

Pemerintah Provinsi Sulut, kata Yulius, akan terus mendorong kerja sama antara sekolah vokasi, industri, dan pemerintah untuk meningkatkan kualitas lulusan serta memperluas peluang kerja. Ia juga menekankan pentingnya soft skill, etos kerja, dan disiplin. Karena SMK adalah masa depan. Jika dibangun dengan serius, kita bisa melahirkan generasi unggul.

“Jangan sampai ada lulusan SMK yang tidak bekerja, karena kalian memiliki skill atau ketrampilan yang dapat membuka peluang usaha,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut, Femmy Suluh melaporkan bahwa sesuai data, terdapat 32 persen siswa SMK yang tidak bekerja, dengan berbagai latar belakang, ada yang menikah, berhenti dan lainnya menganggur.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *