Bau Busuk Menyengat & Abu Hitam Beterbangan Warnai Sekitar Warga Bitung Timur, Diduga dari Penampungan Batu Bara

Bitung, Sulutreview.com– Puluhan Warga di Kelurahan Bitung Timur Kecamatan Maesa mengeluhkan adanya bau busuk yang menyengat dan abu hitam beterbangan yang diduga dari penampungan batu bara di wilayah ex Gudang Djarum.

Tidak juga itu, warga menduga kegiatan penampungan batu bara tersebut tidak ada ijin lingkungan dan dari pemerintah setempat.

“Kami kaget belakangan ini sudah muncul bau menyengat dan abu hitam yang beterbangan di sekitar wilayah kami dan itu kami menduga dari penampungan batu bara, ujar beberapa warga yang mengeluh.

Selain itu juga, warga mengatakan setiap angin bertiup, bau tidak sedap masuk ke dalam rumah-rumah warga, membuat mereka waswas akan dampak kesehatan, terutama pada anak-anak.

“Kalau angin kencang, baunya masuk ke rumah. Anak-anak sering batuk-batuk dan dinding mulai timbul hitam. Kami khawatir ini bisa berdampak penyakit,” keluh warga.

Batu bara tersebut, menurut warga, didatangkan dari Kalimantan menggunakan tongkang, kemudian ditampung di gudang yang jaraknya hanya beberapa meter dari permukiman.

Ironisnya, meski keluhan warga sudah disampaikan ke pihak kelurahan dan dinas terkait, aktivitas tersebut tetap berjalan. Lurah Bitung Timur,

Syafrudin Takahindangen, mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan resmi terkait aktivitas penampungan batu bara tersebut dan telah meminta agar kegiatan dihentikan sementara.

“Saat saya cek, memang benar ada tumpukan batu bara. Saya sudah minta kegiatan itu dihentikan dulu,” ujarnya.

Namun, berdasarkan pantauan aktivitas bongkar muat dan penampungan batu bara di lokasi tersebut masih terus berlangsung hingga hari ini, seolah mengabaikan perintah penghentian sementara dari aparat kelurahan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung, Merianti Dumbela, juga membenarkan bahwa aktivitas tersebut belum memiliki izin resmi.

“Penampungan itu belum ada izinnya. Kami sudah menurunkan tim teknis untuk melakukan pengecekan dan pendataan,” jelasnya.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *