Dua Mantan Caleg Golkar Balik Kanan, Komitment Bangun Kekuatan Penuh Bersama Bacalon HH-RM

Bitung, Sulutreview.com– Gelombang simpaty dan dukungan masyarakat terhadap Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung Sulawesi Utara (Sulut) Hengky Honandar dan Randito Maringka (HH-RM) semakin meluas dan bertumbuh di seantero warga di Kota Bitung.

Apalagi pada pendaftaran Cawali dan Wawali di Kantor KPU Bitung HH-RM mengatakan akan mengembangkan sektor perikanan dan kesejahteraan masyarakat secara luas termasuk jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) setidaknya mengguggah khalayak ramai.

Buktinya hampir setiap bulan dan minggu belakangan relawan-relawan yang didalamnya masyarakat yang mendukung Bacalon HH-RM terus ada disegala arah di Kota Bitung ini.

Terbaru 2 mantan Caleg Golkar menyatakan sikap mendukung dan akan membangun kekuatan serta bekerjasama untuk memenangkan Bacalon HH-RM di Pilkada serentak ini.

Dua Mantan Caleg tersebut yaitu Robby Lahamendu dan Raman Mamato memutuskan balik kanan dukung Bakal calon walikota Bitung Hengky Honandar dan Wakil Walikota Randito Maringka (HH-RM)

Hal itu disampaikan Robby Lahamendu dan Raman Mamato saat hadir bersama Tim Doa di kediaman Joseph Keon Maringka di Kelurahan Manembo-Nembo.

“Kami memilih balik arah karena pasangan HH-RM adalah kombinasi tua muda dan juga latar belakang yang bersih dari  korupsi dan berpengalaman dalam segala perikanan yang dianggap penting untuk perubahan Kota Bitung, ” kata mantan caleg Partai Golkar periode 2024. Jumat, (06/09/2024).

Robby dan Raman juga mengatakan, Kota Bitung butuh perubahan, sehingga menjadi alasannya untuk memilih pasangan HH – RM.

“Alasan memilih HH – RM karena penilaian kami mereka berdua berkomitmen ingin menuju perubahan Kota Bitung dalam segala sektor, ” ujarnya.

Ia juga memaparkan, Kota Bitung, yang dulu dikenal sebagai “Kota Cakalang” karena industri perikanan yang kuat dan hasil lautnya yang melimpah, terutama ikan cakalang, kini mulai kehilangan identitas tersebut.

“Beberapa faktor yang menyebabkan penurunan ini antara lain penurunan hasil tangkapan ikan, masalah lingkungan, serta berkurangnya dukungan terhadap sektor perikanan tradisional. Selain itu, modernisasi dan peralihan fokus ekonomi daerah dari perikanan ke sektor lain juga turut berkontribusi dalam memudarnya julukan “Kota Cakalang” tersebut.

“Untuk mengembalikan identitas Bitung sebagai Kota Cakalang, dibutuhkan revitalisasi industri perikanan, kebijakan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya laut, serta investasi di sektor perikanan serta terus menumbuhkan dan mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) disegala bidang yang melibatkan masyarakat lokal. Dan itu ada di Hengky Honandar dan Randito Maringka,” kata Pak Bi sapaan akrabnya dan Raman.

Hadir juga Ayahanda Anggota DPRD Bitung termuda dari Partai Demokrat Abigail Sigarlaki yaitu Johnny Sigarlaki dan Ketua Perindo Bitung Steifly Tangka SE.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *