Kandouw Ingatkan Aparatur Perangkat Desa Tingkatkan Kualitas SDM dan Pertanian

Wagub Steven OE Kandouw saat membekali aparat perangkat desa. Foto : Hilda

Manado, Sulutreview.com – Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi masyarakat desa dinilai sangat penting. Karena dari sana akan menghasilkan generasi yang berpendidikan.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Wagub Sulut) Steven OE Kandouw menegaskan bahwa peningkatan SDM masyarakat tidak lepas dari pendidikan. Sehingga diharapkan tidak ada lagi generasi yang pendidikannya hanya sampai di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Peningkatan SDM dan pertanian merupakan visi dan program pertama Pak Gubernur,” ungkapnya saat membekali para apartur perangkat desa yang mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di hotel Sintesa Peninsula Selasa (11/06/2024).

Menurut Kandouw, sampai saat ini, berdasarkan fenomena yang ada, masih didapati masyarakat desa yang hanya lulusan SMP. Ia berharap minimal masyarakat dapat mengecap pendidikan di jenjang SMA.

“Saya berharap tidak ada lagi yang tidak lulus SMA. Jangan sampai berpikir fatalistis yang pasrah pada keadaan. Harus ada ikhtiar supaya anak-anak lulus SMA. Jangan berpikir bahwa mereka jadi ancaraman untuk mengkritisi penggunaan dana desa,” ungkapnya.

Wagub juga mengingatkan jika terdapat kendala keuangan, dapat dipikirkan untuk melakukan subsidi. “Anak-anak yang tidak mampu dibantu. Ini betul betul humanis ini tujuan dari merdeka belajar supaya anak-anak dapat mengecap pendidikan,” tukasnya.

Tak kalah pentingnya, Wagub Kandouw mengingatkan tentang sektor pertanian yang tahan menghadapi guncangan. Terbukti pada masa Covid-19, di mana sektor pertanian mampu bertahan.

“Sektor pertanian, perkebunan, tidak tutup pada waktu masa Covid-19. Kita harus konsentrasi pada bidang ini, upayakan betul-betul untuk pertanian. Jangan lagi ada alasan karena terkendala pupuk. Sebab, kalau ada niat pasti ada jalan. Bisa dapatkan pupuk organik,” tandasnya.

Menyambut musim penghujan (Lanina) yang akan berlangsung hingga Oktober mendatang, Kandouw mengajak untuk mengaktifkan kegiatan bercocok tanam.

“Pertanian adalah sumber kehidupan masyarakat yang harus dimainkan,” ujarnya.

Terkait pengelolaan keuangan, Kandouw meyakini bahwa aparatur perangkat desa telah memahami tugasnya.

“Masalah pengelolaan keuangan, saya beramsumsi semua punya intelektualitas tinggi, berkomitmen. Sehingga tidak mau mainkan dana desa. Karena semua diawasi,” ujarnya.

Soal stunting, Kandouw juga menggarisbawahi agar desa memberikan perhatian lebih kepada ibu-ibu hamil dan balita yang perlu disupport dengan gizi yang baik. “Karena secara langsung akan berpengaruh pada penurunan stunting,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sulut Darwin Muksin yang menggagas kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Perangkat Desa, Dalam Pengelolaan Keuangan Desa Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2024 akan dilaksanakan sejak tanggal 10 hingga 12 Juni 2024.

Muksin menyampaikan melalui kegiatan ini, para aparatur perangkat desa akan lebih paham dalam tugas dan fungsi dan perannya dalam mengelola dana desa.

Kegiatan ini juga mendapat support dari Universitas Pembangunan Indonesia (Unpi) Manado.(eda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.